JAKARTA — Pemerintah membuka peluang bagi generasi muda dan pelaku usaha perkebunan untuk mengikuti Program Beasiswa SDM Kelapa Sawit 2026. Sosialisasi perdana digelar secara daring oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui Tim Pengembangan SDM Perkebunan.
Pendaftaran resmi dimulai melalui portal baru Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di sdmperkebunan.bpdp.or.id. Portal ini sekaligus menggantikan mekanisme sebelumnya yang menggunakan laman beasiswasdmsawit.id.
BPDP memberikan waktu pendaftaran yang terbatas, yakni hanya 18 hari kalender. Proses seleksi dimulai pada awal Juni 2026 dan ditutup pada 20 Juni 2026.
Ketua Tim Pengembangan SDM Perkebunan, Dr. Iim Mucharam, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah mencetak SDM perkebunan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya partisipasi dari berbagai kalangan untuk memperkuat industri kelapa sawit nasional.
Sosialisasi diikuti oleh pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Mulai dari kementerian, perguruan tinggi, politeknik, perusahaan perkebunan, organisasi petani, hingga media massa.
Undangan juga menyasar pemerintah daerah, SMA, SMK, madrasah aliyah, pondok pesantren, kelompok tani, koperasi pekebun, penyuluh pertanian, dan pekerja di sektor perkelapasawitan di provinsi sentra sawit.
Program Beasiswa SDM Kelapa Sawit telah berjalan selama satu dekade. Pemerintah menyebutnya sebagai instrumen strategis untuk mencetak generasi muda yang menguasai kompetensi di bidang budidaya, pengolahan, manajemen, dan industri hilir kelapa sawit.
Melalui sosialisasi ini, calon penerima beasiswa mendapatkan informasi komprehensif mengenai persyaratan, mekanisme pendaftaran, tahapan seleksi, serta pilihan program pendidikan yang tersedia pada 2026.
Peningkatan jumlah penerima menjadi 5.000 orang menjadikan pelaksanaan Beasiswa SDM Sawit 2026 sebagai yang terbesar sejak pertama kali digelar pada 2016. BPDP menyebut program ini konsisten dijalankan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja sektor perkebunan kelapa sawit.
Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap program ini mampu membuka akses pendidikan lebih luas sekaligus memperkuat kualitas SDM yang menjadi fondasi kemajuan industri kelapa sawit Indonesia.