JAMBI — Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu dihadiri jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Intelkam Polda Jambi. Dari pihak Konsulat AS hadir Nicholas Austin, Pejabat Lingkungan Kedutaan Besar AS di Jakarta, serta Hans Sukanto, Asisten Ekonomi Konsulat AS di Medan.
Pembahasan tidak hanya menyentuh kejahatan konvensional seperti narkotika dan perdagangan orang. Kedua pihak mendalami tantangan baru di era digital, termasuk serangan siber terhadap infrastruktur vital dan penyebaran konten ilegal.
“Kami membahas perkembangan situasi keamanan di Provinsi Jambi, penanganan kejahatan lintas negara, serta tantangan keamanan di era digital,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji dalam keterangan pers, Rabu malam.
Dalam pertemuan itu, Irjen Pol. Krisno H. Siregar menekankan bahwa stabilitas kamtibmas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan, keamanan yang terjaga memberikan rasa aman bagi investor dan warga negara asing yang beraktivitas di Jambi.
“Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas yang kondusif demi mendukung investasi dan pembangunan daerah,” kata Erlan mengutip pernyataan Kapolda.
Perwakilan Konsulat AS menyampaikan apresiasi atas upaya Polda Jambi dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka berharap komunikasi dan koordinasi dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Polda Jambi sendiri menilai audiensi ini sebagai bagian dari diplomasi keamanan tingkat daerah. “Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai sarana bertukar informasi dan memperkuat sinergi,” tambah Erlan.
Direktorat Intelkam Polda Jambi yang diwakili Kasubdit Kamneg AKBP Farouk Afero turut memaparkan peta kerawanan wilayah. Data ini menjadi bahan diskusi untuk menyusun langkah preventif bersama.
Pertemuan ini menjadi yang pertama kalinya antara Kapolda Jambi dan perwakilan Konsulat AS secara langsung. Ke depan, Polda Jambi berencana membuka ruang komunikasi lebih intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan negara sahabat, guna menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan daerah.