BATANG HARI — Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi tinggi kepada para pengasuh dan tenaga pendidik Pondok Pesantren Irsyadul Ibad. Menurutnya, institusi pendidikan Islam itu telah berjasa besar mencetak generasi berakhlak dan berilmu di tengah tantangan zaman.
“Jika tidak ada peran pondok pesantren, bayangkan anak-anak kita ini tidak memiliki akhlak yang mulia dan ilmu-ilmu kitab yang luar biasa,” ujar Al Haris dalam sambutannya di hadapan para kiai dan santri, Kamis lalu.
Pondok Pesantren Irsyadul Ibad yang berlokasi di Jalan Jambi-Muara Bulian, Simpang Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, telah berdiri sejak 2003. Kini memasuki usia 23 tahun, pesantren ini dinilai sukses melahirkan banyak alumni yang tersebar di berbagai sektor.
“Di usia 23 tahun ini pasti sudah banyak alumni yang berhasil lulus dari sini, ada yang menjadi kiai, ulama, bahkan pejabat. Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya atas dedikasi pengasuh dan para guru pesantren yang telah mendidik dan mencerdaskan anak-anak Jambi,” kata Gubernur.
Meski mengapresiasi, Al Haris mengakui bahwa Pemprov Jambi belum bisa memberikan perhatian penuh kepada seluruh pesantren. Ia menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor utama.
“Kami mohon maaf jika pemerintah belum banyak memperhatikan pondok-pondok kita ini karena keterbatasan dana. Namun kita akan terus membina,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pada kesempatan itu Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi senilai Rp 20 juta untuk Ponpes Irsyadul Ibad.
Acara haul yang digelar dari pagi hingga siang hari itu turut dihadiri oleh para masyayikh, kiai, serta kaum muslimin dan muslimat. Gubernur Al Haris mendoakan almarhum agar Allah melapangkan kuburnya dan menjadikannya taman-taman surga.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Irsyadul Ibad, Agus Mudjahid Royhidin, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh hadirin, khususnya kepada Gubernur Jambi yang berkenan hadir. Ia berharap haul ini menjadi amal baik yang diterima Allah dan membuat almarhum Abah merasa bahagia.
Kegiatan ini juga diisi tausiah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Dahrul Rahma Jakarta sekaligus Ketua MUI DKI Jakarta, Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc. MA.