JAMBI — Departemen Penyelamatan dan Bantuan Markas Besar TNI mengeluarkan telegram arahan kepada seluruh jajaran di wilayah utara untuk bersiap menghadapi curah hujan ekstrem yang diprakirakan terjadi pada sore hingga malam nanti. Arahan itu dikirimkan langsung ke Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I, II, dan III, serta Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara, dan Komandan Korps Marinir.
Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, wilayah utara diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Di beberapa titik, akumulasi curah hujan diperkirakan menembus angka 130 milimeter, dengan potensi hujan ekstrem lebih dari 100 milimeter hanya dalam kurun waktu tiga jam. Kondisi ini memicu peringatan dini terhadap tiga jenis bencana utama: banjir di dataran rendah, banjir bandang di aliran sungai kecil, serta tanah longsor di kawasan lereng.
Selain itu, fenomena cuaca konvektif seperti angin puting beliung, sambaran petir, dan hujan es juga masuk dalam kategori risiko tinggi yang harus diantisipasi oleh aparat di lapangan.
Dalam surat perintah yang diteken oleh Kepala Departemen Penyelamatan dan Bantuan, seluruh satuan diminta untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah meninjau ulang rencana kontinjensi dan strategi tanggap darurat yang sudah ada. "Unit-unit agar mempersiapkan pasukan dan sumber daya untuk mengevakuasi orang-orang di daerah yang berisiko tinggi terkena banjir bandang dan tanah longsor ke lokasi yang aman," demikian bunyi arahan yang dikutip dari telegram resmi tersebut.
Penekanan khusus diberikan pada keselamatan personel yang bertugas. Setiap komandan satuan wajib memastikan perlengkapan keselamatan dan prosedur evakuasi bagi prajuritnya terpenuhi sebelum diterjunkan ke lokasi bencana.
Telegram arahan tidak hanya menyasar satuan teritorial. Sejumlah komando strategis turut dilibatkan, antara lain Komando Penjaga Perbatasan, Komando Ibu Kota Hanoi, Penjaga Pantai Vietnam, serta Korps 12 dan Korps Angkatan Darat 18. Keterlibatan lintas matra ini menunjukkan bahwa respons bencana kali ini bersifat seluruh angkatan, bukan hanya segmen pertahanan wilayah.
Seluruh unit yang menerima arahan diwajibkan untuk melaporkan hasil kesiapsiagaan dan setiap perkembangan di lapangan secara berkala kepada Staf Umum melalui Departemen Penyelamatan dan Bantuan. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi komando pusat untuk mengambil keputusan lebih lanjut, termasuk jika diperlukan eskalasi status tanggap darurat.