Pedagang Es Cendol di Benhil Buktikan QRIS BRI Percepat Transaksi, Omzet Tembus Rp800 Ribu Per Hari

Penulis: Syafruddin Amir  •  Senin, 29 Juni 2026 | 23:49:01 WIB
Pedagang Es Cendol di Benhil memanfaatkan QRIS BRI untuk mempercepat transaksi tanpa tunai.

JAMBI — Pukul 11.45 WIB, sentra kuliner di Jalan Walahar, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, berubah jadi lautan manusia. Pegawai kantoran dengan id card masih menggantung di leher berdatangan. Mereka memburu takjil segar di tengah terik Jakarta.

Satu lapak menonjol: banner hijau bertuliskan Es Cendol Durian Sari Suji 86 milik Muhammad Saripudin. Warna hijau alami cendol suji, es batu kristal, gula merah, dan santan langsung menyedot perhatian. "Bang, Es Cendol Nangka satu, bayar pakai QRIS ya," ujar seorang pembeli, Kamis (29/6/2026).

Pembeli mengarahkan kamera ponsel ke kode QR yang menempel di etalase. Beberapa detik kemudian, pembayaran berhasil. Saripudin menyerahkan satu cup es cendol. Proses beli-minum selesai tanpa perlu merogoh uang tunai.

Pindah dari Kebayoran, Andalkan QRIS BRI untuk Percepatan Transaksi

Saripudin baru dua minggu lalu memulai peruntungan di kawasan perkantoran ini. Sebelumnya, ia berjualan di Kebayoran. Ia menyewa lapak Rp6 juta per enam bulan, setara Rp1 juta per bulan.

Resep es cendol racikannya bukan bisnis kemarin sore. Usaha ini warisan orang tua yang ia geluti sejak 2005. "Pertamanya ini usaha orang tua, kalau saya awalnya jualan dari tahun 2005 di Kebayoran. Terus saya belajar dikit-dikit, jadi ikut jualan juga," kenangnya.

Sadar pelanggannya kini didominasi pekerja kantoran, Saripudin memanfaatkan ekosistem digital. Ia menyediakan QRIS BRI setelah setahun lalu banyak pelanggan menanyakan opsi pembayaran nontunai. "Kebetulan dari pembeli kan suka pada nanyain, ini bisa pake QRIS apa enggak, jadi akhirnya bikin QRIS BRI," ungkap Saripudin.

Keputusan itu terbukti tepat. Di tengah antrean panjang jam istirahat, QRIS BRI menjadi andalan. Saripudin tak perlu panik mencari uang kembalian atau menghitung lembaran uang tunai. "QRIS memudahkan sih, karena di sini banyak karyawan juga, mereka (rata-rata) pake QRIS. Praktis," tambahnya.

Omzet Capai Rp800 Ribu Per Hari, Varian Menu Mulai Rp8 Ribu

Meski baru pindah lokasi, Saripudin optimistis. Di Kebayoran, ia minimal bisa menjual 50 cup per hari. "(Waktu di Kebayoran) kalau terjual 80 cup misalnya, kadang dapat Rp800 ribu sehari," kenangnya.

Untuk menarik minat pelanggan baru di Benhil, ia menyajikan variasi menu ramah kantong. Varian dasar Es Cendol Ori Rp8.000, Es Cendol Ketan dan Es Cendol Nangka Rp10.000. Untuk pencinta buah premium, Es Cendol Durian dan Es Cendol Alpukat Rp15.000. Kombinasi rasa seperti Durian+Nangka atau Alpukat+Nangka Rp17.000. Paket lengkap Es Cendol Spesial dengan durian, nangka, alpukat, dan ketan Rp25.000.

Bagi yang ingin menyajikan di rumah atau acara kantor, tersedia paket 1 kg cendol lengkap santan dan gula seharga Rp50.000. Meski masih meraba pasar baru, Saripudin yakin dengan strategi digital dan variasi menu, usahanya akan terus tumbuh.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top