Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Perundungan SMP di Lumajang, Korban Tewas Akibat Pendarahan Kepala

Penulis: Ramli Ahmad  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:53:31 WIB
Polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus perundungan siswa SMP di Lumajang.
Tetapkan Satu Tersangka Kasus Perundungan SMP di Lumajang, Korban Tewas Akibat Pendarahan Kepala LEAD: Seorang siswa SMP swasta di Lumajang, Jawa Timur, meninggal setelah menjadi korban perundungan oleh dua teman sekelasnya. Polisi telah menetapkan satu tersangka. Satu pelaku lainnya masih dalam pendalaman. ISI:

JAMBI — Muhammad Ilham, siswa SMP PGRI Sukodono, warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, tewas pada 24 Juni 2026 setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Hasil autopsi menyebutkan korban mengalami pendarahan di bagian belakang kepala akibat benturan.

Kronologi Pemukulan Berujung Kematian

Perundungan terjadi pada 18 Mei 2026 di dalam ruang kelas. Dua pelaku berinisial SLF dan AR, yang saat itu bertugas piket, diduga memukul korban karena menemukan sampah di bawah meja korban.

Setelah kejadian, Ilham tidak lagi berani bersekolah. Ia baru mengeluhkan sakit pada 21 Juni 2026 dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Tiga hari kemudian, nyawanya tak tertolong.

Polisi Tetapkan Satu Tersangka, Pelaku Lain Didalami

Kepolisian Resor Lumajang telah menetapkan satu orang sebagai tersangka. “Keterlibatan pelaku lainnya masih didalami,” kata sumber kepolisian. Identitas tersangka dan pasal yang disangkakan belum diumumkan secara resmi.

Motif perundungan terbilang sepele: sampah di bawah meja. Namun, tindakan itu berujung pada hilangnya nyawa seorang anak.

Ibu Korban Minta Keadilan

Ibu korban meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini. “Saya minta keadilan,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima media.

Perundungan di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat ratusan kasus serupa setiap tahun, namun sedikit yang berakhir dengan korban jiwa.

Langkah Pencegahan dan Tindak Lanjut

Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Sekolah tempat korban belajar, SMP PGRI Sukodono, juga belum merilis keterangan.

Pengamat pendidikan mendesak sekolah memiliki mekanisme deteksi dini perundungan. “Kasus ini menunjukkan tindakan kekerasan sekecil apa pun bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani,” kata seorang pegiat perlindungan anak.

Polisi masih menunggu hasil autopsi lengkap untuk memastikan penyebab pasti kematian korban sebelum melengkapi berkas perkara.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top