JAMBI — Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan perdana Program PEKA yang digelar BPJS Ketenagakerjaan di Aula Bapperida Kota Jambi, Kamis (16/7/2026). Mereka berasal dari berbagai kategori penerima manfaat, mulai dari ahli waris Jaminan Kematian (JKM), peserta klaim Jaminan Hari Tua (JHT), hingga penerima Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel BPJS Ketenagakerjaan, Kuncoro Budi Winarno, mengatakan program ini dirancang agar santunan yang diterima peserta tidak habis untuk kebutuhan jangka pendek. "Kami berupaya memaksimalkan perlindungan bagi tenaga kerja, tidak hanya melalui manfaat santunan, tetapi juga dengan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat pekerja di Kota Jambi," ujarnya.
Pelatihan tahap awal mencakup empat bidang yang dipilih berdasarkan potensi pasar lokal. Peserta dapat memilih pengolahan makanan, barista, konten kreator, atau menjahit.
Rincian peserta terdiri dari enam ahli waris JKM, empat peserta klaim JHT, satu peserta klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan sembilan peserta JKP. Mereka diharapkan bisa memanfaatkan modal santunan untuk memulai usaha setelah pelatihan selesai.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menyatakan siap mendukung program ini dari sisi inklusi keuangan. "Kami siap memberikan dukungan selama program ini mampu mendorong inklusi dan akselerasi keuangan bagi masyarakat," ungkapnya.
OJK juga mengapresiasi pengembangan Kampung Bahagia yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan Program PEKA guna melahirkan pelaku UMKM baru.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Feriadi, menilai PEKA selaras dengan visi pemerintah kota. "Paradigma pemberdayaan harus diarahkan menjadi kemandirian," sebutnya. Ia berjanji akan memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan perlindungan pekerja sekaligus memperkuat perekonomian warga.
Program ini merupakan respons terhadap kebutuhan peserta jaminan sosial agar tidak sekadar menerima santunan pasif. Dengan keterampilan baru, peserta diharapkan mampu membangun usaha produktif yang berkelanjutan.
BPJS Ketenagakerjaan menargetkan peserta pelatihan bisa langsung merintis usaha mikro dalam waktu dekat. Ke depan, program serupa akan diperluas ke wilayah lain di Provinsi Jambi jika tahap awal dinilai berhasil.