Rupiah Melemah 27 Poin ke Rp17.948 per Dolar AS, The Fed Disebut Bakal Tahan Suku Bunga Tinggi

Penulis: Ramli Ahmad  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 09:16:01 WIB
Rupiah melemah 27 poin ke level Rp17.948 per dolar AS pada perdagangan Senin (19/7) di tengah tekanan kenaikan harga minyak global.

JAKARTA — Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan harga minyak global yang kembali naik. Kenaikan harga komoditas energi itu memicu kekhawatiran baru bahwa inflasi di Amerika Serikat akan sulit turun ke target The Fed.

Kenaikan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi AS

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, harga minyak yang lebih tinggi telah memperbarui kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap di atas target Federal Reserve. Kondisi ini berpotensi memaksa para pembuat kebijakan di AS untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.

“Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Ketegangan AS-Iran Ganggu Pasokan Minyak di Selat Hormuz

Kenaikan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap Iran pada Minggu (19/7) malam, sebagai balasan atas serangan Iran ke pangkalan AS di Yordania yang menewaskan dua tentara Amerika.

Pertempuran masih berfokus pada kendali Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. CENTCOM menyatakan serangan AS bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal di Selat Hormuz.

“Pengiriman (suplai minyak) melalui Hormuz sebagian besar masih terganggu membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan minyak lebih lanjut dan memperhitungkan premi risiko yang lebih besar pada komoditas tersebut,” kata Ibrahim.

JISDOR Bank Indonesia Juga Ikut Melemah

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga mencatat pelemahan. JISDOR bergerak dari level Rp17.944 per dolar AS menjadi Rp17.976 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen global yang masih didominasi oleh ketidakpastian arah suku bunga AS dan risiko geopolitik di Timur Tengah. Para pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi mengerek harga minyak lebih tinggi lagi.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top