BUNGO — DPAD Kabupaten Bungo tidak hanya mencari juara. Lomba bertutur yang diikuti 50 siswa SD/MI ini menjadi ajang seleksi untuk mencari perwakilan terbaik yang akan berlaga di tingkat Provinsi Jambi, bahkan hingga nasional.
Kepala DPAD Kabupaten Bungo, dr. Edi Mustafa, M.Kes, mengatakan lomba ini menjadi strategi untuk mengenalkan kembali legenda dan cerita rakyat lokal kepada generasi muda. Di era digital, banyak anak lebih akrab dengan gawai ketimbang dongeng dari daerahnya sendiri.
"Lomba bertutur ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, melatih keberanian anak tampil di depan umum, serta mengembangkan kemampuan literasi sejak dini," kata Edi dalam sambutannya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bungo, Dr. Yos Army, yang mewakili Bupati, memberikan pesan tegas kepada orang tua. Ia menyoroti kebiasaan memberikan telepon genggam kepada anak sebagai solusi praktis agar anak diam.
"Mayoritas handphone dianggap sebagai solusi praktis untuk mendiamkan anak. Padahal, tanpa disadari ada dampak buruk yang ditimbulkan. Kita melihat menurunnya sopan santun, bahkan muncul berbagai kasus kekerasan yang melibatkan anak," ujarnya.
Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini agar terus menjadi agenda rutin dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter.
Lomba menghadirkan tiga dewan juri, yakni Dr. Feerlie Moonthana Indra, MM, Ikhsan, S.Pd, dan Dyah Puspaningrum. Seluruh peserta menampilkan cerita rakyat dan kisah inspiratif dengan penilaian meliputi teknik bertutur, intonasi, ekspresi, penghayatan, dan penguasaan materi.
Mengusung tema "Mari Kita Tingkatkan Minat Budaya Baca dan Kemampuan Literasi Menuju Bungo Baru", kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan DPAD. Edi berharap para peserta tidak hanya mampu menjadi juara di tingkat kabupaten, tetapi juga mengharumkan nama Bungo pada ajang yang lebih tinggi.
"Melalui lomba bertutur ini diharapkan anak-anak semakin gemar membaca dan mampu menyampaikan kembali isi cerita dengan baik, penuh ekspresi, dan percaya diri," ujarnya.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Tebo, Camat Pasar Muara Bungo, lurah, guru pendamping, pegiat literasi, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong budaya baca sejak usia dini di Kabupaten Bungo.