BANGKO — Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin Zulhifni menerima langsung delegasi Universitas Muhammadiyah Jambi dalam pertemuan penjajakan kerja sama tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Akhoi, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Daryanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hasbi, serta Jafung Bagian Kerja Sama Setda Merangin Purnomo.
Dari pihak kampus, hadir Prof. Arna, Dr. Irmanelly, Dr. Sudirman, dan Dr. Fahrurozi beserta jajaran staf universitas. Pemkab Merangin menyambut baik tawaran sistem perkuliahan hibrid yang dinilai cocok dengan ritme kerja aparatur daerah.
Mengapa ASN Merangin Butuh Pendidikan Fleksibel
Banyak ASN di lingkungan Pemkab Merangin terkendala membagi waktu antara tugas kedinasan dan kuliah. Skema hibrid memberi ruang bagi pegawai untuk tetap bekerja sambil menempuh pendidikan.
Kebijakan BKN yang mempermudah layanan penyesuaian ijazah bagi ASN menjadi latar belakang penjajakan ini. Penyesuaian ijazah itu mengacu pada ketentuan Undang-Undang Pendidikan Tinggi yang berlaku dan berdampak langsung pada jenjang karir pegawai.
Program Studi Manajemen Ekonomi dipilih sebagai pintu masuk kerja sama. Bidang ini dinilai relevan dengan kebutuhan kompetensi aparatur di daerah.
Skema Kuliah Hibrid: Daring Plus Tatap Muka Terjadwal
Universitas Muhammadiyah Jambi menawarkan gabungan pembelajaran daring dan pertemuan tatap muka yang dijadwalkan. Pola ini memungkinkan pegawai mengikuti perkuliahan secara efisien tanpa meninggalkan pekerjaan rutin.
Pertemuan tatap muka dijadwalkan pada waktu tertentu, sementara materi lain disampaikan lewat jaringan daring. Dengan begitu, ASN di kabupaten ini tidak perlu bolak-balik ke kota kampus setiap pekan.
Pemkab Merangin berharap kemitraan tersebut dapat segera terealisasi. Targetnya, seluruh ASN di lingkungan pemerintah kabupaten mampu terus mengembangkan kompetensi dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Langkah Lanjutan Setelah Penjajakan
Penjajakan ini masih tahap awal. Pemkab Merangin dan Universitas Muhammadiyah Jambi belum mengumumkan jadwal resmi pembukaan pendaftaran maupun kuota peserta.
Bagian Kerja Sama Setda Merangin disebut akan menindaklanjuti pembahasan teknis kerja sama tersebut. Jika terealisasi, program ini menjadi salah satu jalur peningkatan kualitas SDM aparatur di Kabupaten Merangin.