JAMBI — Kemarau yang melanda Kota Jambi mulai menggerus aktivitas pertanian, terutama di lahan sawah tadah hujan yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber pengairan utama. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kota Jambi, Amiruddin, mengatakan kondisi sawah di setiap lokasi tidak sama, ada yang masih tergenang, tetapi tidak sedikit yang mulai mengering.
Lahan di kawasan cekungan masih memiliki genangan air sehingga tetap bisa ditanami. Sebaliknya, sawah yang mulai kering membuat petani memilih menahan diri untuk menanam hingga ketersediaan air kembali mencukupi.
Meski menghadapi tantangan kekeringan, DPKP Kota Jambi optimistis target luas tanam padi tahun ini tetap tercapai. Hingga awal Agustus 2026, realisasi luas tanam telah mencapai 443 hektare dari target 538 hektare.
Dengan begitu, masih ada sekitar 96 hektare lahan yang diharapkan segera ditanami dalam waktu dekat. Total luas sawah di Kota Jambi mencapai 520 hektare, dengan 459 hektare di antaranya merupakan lahan sawah yang dilindungi (LSD).
Dampak kemarau tidak berhenti di tanaman padi. Berdasarkan pemantauan DPKP di lapangan, sekitar 60 persen tanaman hortikultura, terutama sayuran dan buah-buahan, mulai mengalami gangguan akibat berkurangnya pasokan air.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena komoditas hortikultura ikut menyumbang produksi pangan di wilayah kota.
"Kami tetap optimistis target luas tanam tahun ini dapat tercapai meski menghadapi musim kemarau. Namun, kondisi cuaca saat ini juga mulai memengaruhi komoditas hortikultura," ujar Amiruddin.
Menghadapi situasi ini, DPKP Kota Jambi mengimbau para petani untuk memanfaatkan sumber air yang tersedia secara efisien. Air dari sungai dan saluran irigasi di sekitar lahan menjadi andalan utama saat musim kemarau melanda.
"Kami mengimbau petani memanfaatkan sumber air secara efisien," tutup Amiruddin.
Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap produksi pertanian di tengah ketidakpastian datangnya hujan. Para petani diharapkan dapat mengatur jadwal tanam dan penggunaan air secara bijak agar lahan tetap produktif.