SURABAYA — Memasuki musim ke-10 kerja sama, Persebaya dan AZA kembali menghadirkan inovasi anyar bagi Bonek dan Bonita. Persebaya Player Issue Jersey 26/27 dilepas untuk umum dengan klaim material super ringan yang tak mengorbankan ketahanan kain.
Keputusan merilis jersey dengan spesifikasi khusus ini bukan tanpa alasan. AZA menyebut seluruh proses desain dan produksi dilakukan 100 persen di Indonesia, menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing di level kompetisi tertinggi sepak bola nasional.
Bobot menjadi perhatian utama pada koleksi terbaru ini. Kain utama memakai berat 130 gsm dan mesh 110 gsm, angka yang dirancang memberi keleluasaan gerak maksimal sekaligus kenyamanan saat pemain beraktivitas intensitas tinggi.
Ketahanan kain menjadi sorotan musim lalu. Beberapa jersey klub Liga 1 terlihat mudah robek saat ditarik pemain lawan, namun jersey Persebaya justru tetap utuh meski mendapat tarikan keras di beberapa momen pertandingan.
Seri ini membawa pesan lebih dari sekadar tampilan. Seluruh proses produksi yang melibatkan tangan-tangan kreatif Indonesia menjadi bagian dari kolaborasi terpanjang antara apparel dan klub sepak bola di Tanah Air.
Senior Manager Brand AZA dan Persebaya Store, Arif Rahman Hakim, mengatakan bahwa produk ini dibuat dengan pendekatan berorientasi performa, bukan sekadar replika jersey yang dikenakan pemain.
"Player Issue Jersey 26/27 ini kami buat bukan sekadar menyerupai jersey pemain, tetapi benar-benar membawa pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan performa pemain, mulai dari bobot yang sangat ringan hingga teknologi materialnya yang kuat dan sudah teruji," ujar Hakim.
Jalinan kerja sama AZA dan Persebaya telah berlangsung sejak 2017. Dukungan yang diberikan bukan sekadar jumlah, melainkan konsistensi di tengah dinamika kompetisi yang terus berubah.
Selama periode tersebut, AZA tercatat telah menyuplai 13.540 jersey, 12.960 apparel berupa kaus dan jaket, serta 800 pasang sepatu untuk kebutuhan tim berjuluk Bajul Ijo itu.