JAMBI — Manchester City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League. Mantan eksekutif klub Christian Purslow memperingatkan proses hukum ini berpotensi "spiral di luar kendali" dan berdampak besar pada sembilan musim kompetisi.
Keputusan ini menandai puncak investigasi selama empat tahun yang dimulai sejak City didakwa pada Februari 2023. Sidang oleh komisi independen sendiri baru rampung 22 bulan setelahnya, namun Premier League belum mengeluarkan pernyataan resmi maupun rincian sanksi.
Tuduhan yang dihadapi City berpusat pada dugaan penggelembungan pendapatan sponsor dari perusahaan terafiliasi serta pembayaran "di luar pembukuan" untuk menghindari aturan finansial sepak bola. Pelanggaran mencakup periode kepemimpinan Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, dan dua tahun pertama Pep Guardiola.
Ahli hukum sepak bola Paul Gilroy KC menyebut kasus ini sebagai "momen seismik bagi sepak bola dunia". Ia mengungkap empat klub telah mengajukan klaim perlindungan untuk mempertahankan hak menuntut kompensasi jika City terbukti bersalah.
Klub-klub Premier League lainnya dilaporkan tengah mencari nasihat hukum terkait potensi ganti rugi. BBC Sport melaporkan City akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Purslow, mantan managing director Liverpool dan CEO Aston Villa, menghitung potensi kerugian yang dialami rival-rival City selama sembilan musim pelanggaran.
"Setiap posisi di Premier League bernilai £3 juta. Tim yang finis kelima dan gagal ke Liga Champions bisa kehilangan puluhan juta poundsterling, belum lagi tim yang terdegradasi," ujarnya kepada Radio 4 Today programme.
"Jika semua klaim itu dijumlahkan selama sembilan tahun, potensi kasus ini untuk spiral di luar kendali sangat besar. Saya berharap akal sehat menang dan ada solusi menyeluruh antara otoritas dan Manchester City," tambah Purslow.
Sanksi terhadap City belum diumumkan, namun konsekuensi yang mungkin dijatuhkan mencakup pengurangan poin, pengeluaran dari Premier League, atau denda besar. Selama periode pelanggaran, City meraih delapan trofi termasuk tiga gelar Premier League, tiga Piala EFL, satu Community Shield, dan satu Piala FA.
Menteri Kebudayaan Lisa Nandy mendesak Premier League menyelesaikan kasus ini dengan cepat. "Ini bukan momen yang baik bagi sepak bola secara keseluruhan. Sangat mengganggu bagi penggemar dan saya berharap ini bisa diselesaikan sesegera mungkin," katanya kepada BBC Radio 5 Live.
Mantan chairman Manchester City David Bernstein mengaku merasa "sangat buruk" mendengar kabar tersebut. Ia menilai hukuman apa pun harus lebih berat dari sekadar denda.
"Melihat semua ini ternoda seperti ini sangat menyedihkan. Saya sangat kasihan pada para penggemar luar biasa yang setia bersama klub. Proses banding tidak boleh berjalan bertahun-tahun, itu akan jadi bencana," ujarnya kepada Times Radio.
Manchester City menolak berkomentar soal putusan bersalah, namun menyatakan proses Premier League masih berlangsung dengan elemen signifikan yang belum tuntas dan terikat kerahasiaan ketat.