Pencarian

Pertamina NRE Pasang PLTS 2,8 kWp di Sekolah Simalungun, Ini Manfaatnya

Sabtu, 26 September 2026 • 15:48:01 WIB
Pertamina NRE Pasang PLTS 2,8 kWp di Sekolah Simalungun, Ini Manfaatnya
Serah terima PLTS 2,8 kWp Pertamina NRE kepada SDN 091686 Gunung Bayu, Simalungun, Kamis (24/9).

JAMBI — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyerahkan fasilitas energi surya berkapasitas 2,8 kWp kepada SDN 091686 Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (24/9). Bantuan itu melengkapi sumur bor dan renovasi toilet sekolah yang hampir 15 tahun tak punya akses listrik dan air bersih. Program Sekolah Energi Berdikari ini diproyeksikan menghemat biaya listrik sekitar Rp5,182 juta per tahun dan menekan emisi 3.192 kg CO2e per tahun.

Paragraf pembuka: Serah terima bantuan dilakukan secara simbolis oleh Arief Mulizar, Sr Officer Pertamina NRE, kepada Kepala Sekolah SDN 091686, Jelita Tampubolon. Fasilitas yang diserahkan mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2,8 kWp dengan baterai 5 kWh, sumur bor, serta renovasi kamar mandi sekolah yang sebelumnya rusak.

Listrik dan Air untuk 85 Siswa

PLTS yang dipasang dimanfaatkan untuk mendukung operasional pompa air sumur bor sekaligus memenuhi kebutuhan listrik harian sekolah. Program ini menyasar 85 siswa dan 15 guru yang selama ini belajar tanpa penerangan dan air bersih layak.

"PLTS yang dipasang Pertamina NRE dimanfaatkan untuk mendukung operasional pompa air sumur bor sekaligus memenuhi kebutuhan listrik sekolah," tutur Arief Mulizar dalam keterangannya.

Dari sisi lingkungan, Pertamina NRE memproyeksikan penghematan biaya listrik sekitar Rp5,182 juta per tahun. Potensi reduksi emisi dari pembangkit tenaga surya ini mencapai 3.192 kg CO2e per tahun.

Kebutuhan Dasar yang Tertunda 15 Tahun

Kepala Sekolah SDN 091686 Gunung Bayu, Jelita Tampubolon, menyebut bantuan tersebut menjawab kebutuhan dasar yang selama ini dihadapi sekolah. Sebelumnya, sekolah sama sekali tidak memiliki listrik dan sudah hampir 15 tahun tidak punya sumber air.

"Dengan adanya PLTS dan sumur bor dari Pertamina, sekarang kami sudah dapat menggunakan listrik dan memiliki sumber air untuk kebutuhan warga sekolah. Kamar mandi yang sebelumnya rusak dan tidak layak digunakan juga sudah dapat difungsikan kembali," ujar Jelita.

Kepala Desa Gunung Bayu, Ismail Hutasulut, berharap perhatian serupa bisa menjangkau sekolah-sekolah lain di wilayahnya yang masih kekurangan fasilitas dasar.

Edukasi agar Aset Terawat

Selain membangun infrastruktur, Pertamina NRE memberi pelatihan kepada warga sekolah soal pemanfaatan dan pemeliharaan PLTS. Materi pelatihan mencakup pengenalan pengoperasian sistem Solar PV off-grid agar fasilitas bisa berfungsi dalam jangka panjang.

Manager Corporate Communication & Stakeholder Relation Pertamina NRE, Susanto August Satria, menyatakan program Sekolah Energi Berdikari adalah bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan manfaat energi terbarukan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

"Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami tidak hanya menyediakan infrastruktur energi bersih, tetapi juga memastikan masyarakat penerima manfaat memiliki pemahaman untuk memanfaatkan dan menjaga aset tersebut secara berkelanjutan," ujar Satria.

Penutup: Program Sekolah Energi Berdikari menggabungkan pemanfaatan energi surya dengan penyediaan akses air dan sanitasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Langkah Pertamina NRE ini menjadi contoh bagaimana perusahaan energi menyalurkan manfaat transisi energi ke wilayah yang belum tersentuh jaringan listrik, sekaligus menekan emisi karbon dari operasional sekolah.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks