JAMBI — Pemilik Chelsea Women, Alexis Ohanian, mengungkap ada satu proyek besar yang tengah disiapkan klub dan siap diumumkan dalam waktu dekat. Rencana tersebut disebut bakal membawa dampak luas, bukan hanya untuk sepak bola putri Inggris, melainkan juga bagi perkembangan sepak bola putri dunia.
Ohanian menyampaikan hal itu saat berbicara di konferensi industri olahraga Leaders Week London yang digelar di Stamford Bridge. Ia mengaku belum diizinkan membocorkan detail proyek tersebut, tetapi menegaskan pembahasannya sudah masuk tahap lanjut.
"Ada satu hal yang belum boleh saya bicarakan sekarang," kata Ohanian. "Kami punya rapat dewan direksi dalam waktu dekat, jadi semoga akan ada kabar yang keluar dari sana."
Langkah Chelsea Women memindahkan seluruh laga kandang liga ke Stamford Bridge musim ini disebut Ohanian sebagai permintaan paling utama dari para pemain. Ia mengaku mendengar langsung aspirasi itu saat baru masuk ke klub.
"Waktu saya bicara dengan para pemain di awal kedatangan saya, hal nomor satu yang mereka minta adalah bermain di Stamford Bridge," ujarnya. "Musim ini tim sudah mewujudkannya, dan itu luar biasa untuk dilihat. Kami tinggal terus membangun."
Ohanian masuk sebagai investor Chelsea Women pada Mei 2025 dengan nilai yang dilaporkan mencapai 20 juta poundsterling. Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri Reddit dan pernah menanam modal di klub NWSL, Angel City FC.
Menurut Ohanian, pengembangan yang sedang disiapkan tidak sekadar soal fasilitas atau jadwal pertandingan. Ia menyebut langkah itu akan menjadi standar baru yang layak ditiru klub lain.
"Chelsea selalu ingin menetapkan standar. Itu yang saya suka dari masuk ke klub seperti ini," tuturnya. "Ini akan jadi satu lagi hal yang saya rasa bukan hanya penting untuk sepak bola putri Inggris, tapi juga untuk sepak bola putri secara umum, dan memang harus terjadi. Saya tahu para pemain akan senang."
Ia menegaskan setiap keputusan klub selalu berangkat dari kebutuhan para pemain. Menurutnya, cara itulah yang membuat Chelsea Women bisa terus berkembang.
Ohanian menyinggung pengalamannya membangun Angel City FC di Amerika Serikat. Klub NWSL itu bermain di stadion berkapasitas 22.000 penonton pada musim pertama dan rata-rata dihadiri sekitar 21.000 orang.
Ia menyoroti anggapan keliru bahwa penggemar olahraga putri adalah orang yang sama dengan penggemar olahraga pria. Data Angel City menunjukkan tumpang tindih penonton dengan klub MLS yang berbagi stadion hanya berkisar lima sampai sepuluh persen.
"Itu audiens yang benar-benar berbeda," kata Ohanian. "Bukan sekadar bilang, 'Hei, penggemar tim pria, ayo tonton tim putri'. Itu bagus juga, tapi pertanyaannya, siapa penggemar baru yang siap dilibatkan?"
Chelsea sudah menjalankan sejumlah aktivasi penonton di Stamford Bridge, termasuk acara bottomless brunch, untuk menarik basis penggemar baru. Ohanian menilai investasi klub-klub lain di tim putri akan ikut menggerakkan Women's Super League secara keseluruhan.
Lokasi Chelsea di London, sejarah juara, dan merek globalnya disebut Ohanian sebagai daya tarik utama. Ia berharap Chelsea bisa menjadi klub WSL favorit bagi penggemar sepak bola putri di Amerika Serikat.
"Saya membayangkan penggemar sepak bola putri di Amerika punya klub NWSL mereka, semoga Angel City, tapi juga punya klub WSL, dan klub itu adalah Chelsea," ujarnya.