JAMBI — Kreasi pisang goreng terus berkembang, salah satunya varian kopong wijen lumer yang mengandalkan rongga di bagian luar dan isian cokelat meleleh di tengahnya. Sensasi renyah berongga itu muncul dari kombinasi adonan tepung ketan dan tepung beras yang digoreng dengan teknik tertentu.
Bahan utamanya mudah ditemukan di pasar tradisional. Pisang kepok matang dihaluskan sebagai dasar, lalu dicampur dengan adonan kulit dan baluran wijen putih sebelum masuk penggorengan.
Ada tiga kelompok bahan yang perlu disiapkan sebelum mulai memasak. Pastikan pisang kepok yang dipakai benar-benar matang agar tekstur dan rasanya pas.
Ambil sedikit pisang yang sudah dihaluskan, lalu bentuk pipih. Beri isian cokelat di bagian tengah, kemudian bulatkan kembali hingga cokelat tertutup rapat. Pastikan tidak ada bagian isian yang terbuka agar tidak bocor saat digoreng.
Campurkan tepung ketan, tepung beras, gula halus, dan garam dalam satu wadah. Tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan bisa dibentuk. Air hangat membantu adonan lebih mudah menyatu.
Ambil adonan kulit, pipihkan, lalu bungkus bulatan pisang cokelat tadi hingga rapi. Gulingkan adonan di atas biji wijen hingga seluruh permukaannya tertutup rata. Lapisan wijen ini yang memberi aroma khas sekaligus tekstur tambahan saat digigit.
Panaskan minyak dengan api sedang-kecil. Goreng adonan pisang sambil sesekali dibilas atau ditekan perlahan agar mengembang dan membentuk rongga kopong. Goreng hingga berwarna kuning keemasan, lalu tiriskan.
Kunci tekstur kopong ada pada suhu minyak dan tekanan saat menggoreng. Minyak yang terlalu panas membuat bagian luar cepat gosong sebelum rongga terbentuk, sedangkan api kecil memberi waktu adonan mengembang sempurna.
Pisang goreng kopong wijen lumer paling nikmat disantap selagi hangat, saat isian cokelat masih meleleh. Camilan ini bisa jadi pilihan untuk menemani waktu santai sore bersama keluarga di rumah.