KOTA JAMBI — Tim Evaluasi Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi mendatangi MTsN 2 Kota Jambi dalam rangka Evaluasi atas Pemerataan Pendidikan Madrasah yang Berkualitas di Wilayah Provinsi Jambi untuk Triwulan IV Tahun 2026. Madrasah ini dipilih sebagai salah satu lokasi uji petik dalam kegiatan evaluasi dan pengawasan tersebut.
Kegiatan berlangsung di ruang serba guna madrasah. Tim evaluator memantau, memverifikasi, serta menguji sejumlah instrumen tata kelola pendidikan madrasah secara objektif dan mendalam.
Peninjauan mencakup kelengkapan data kelembagaan, kondisi sarana prasarana, realisasi program penerimaan murid baru, pengelolaan dana operasional, hingga kesiapan tenaga pendidik. Evaluasi ini dimaksudkan memastikan standar mutu pendidikan Islam di wilayah Provinsi Jambi terwujud secara adil dan merata.
Di tengah proses pengumpulan data administratif dan peninjauan berkas pendukung, tim evaluator menggelar sesi wawancara terstruktur bersama perwakilan elemen madrasah. Mereka yang diwawancarai meliputi Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, serta guru mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia.
Guru Bahasa Indonesia MTsN 2 Kota Jambi, Risma Mawadah, hadir mewakili pendidik dalam sesi wawancara mendalam itu. Tim evaluator memberi perhatian khusus pada kesiapan dan kompetensi guru dalam merespons kebijakan serta pembaruan kurikulum pendidikan Islam yang tengah bergulir dari Kementerian Agama RI.
Sejumlah pertanyaan mendasar diajukan kepada Risma, di antaranya soal ketersediaan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dari Kementerian Agama Pusat. Tim juga mendalami dari mana dan bagaimana para guru mempelajari prinsip-prinsip KBC untuk diterapkan dalam pembelajaran harian siswa di kelas.
Menjawab pertanyaan tersebut, Risma menjelaskan bahwa informasi dan pengetahuan mengenai Kurikulum Berbasis Cinta ia dapatkan secara mandiri dan terstruktur melalui aplikasi PINTAR Kemenag.
"Aplikasi PINTAR (Pusat Informasi Pelatihan dan Pembelajaran) merupakan platform Massive Open Online Course (MOOC) resmi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi ASN dan tenaga pendidik," ujar Risma.
Ia memaparkan bahwa platform PINTAR Kemenag menawarkan berbagai program pelatihan daring secara gratis yang fleksibel diakses kapan saja oleh guru. Pelatihan yang diselesaikan melalui platform tersebut juga memberikan e-sertifikat resmi dari Kementerian Agama, sehingga membantu guru meningkatkan profesionalisme serta portofolio kompetensi mengajar.
Selain soal moda pelatihan, tim tamu menanyakan teknik konkret memasukkan ajaran Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Risma menjelaskan bahwa nilai-nilai dasar KBC disisipkan secara kontekstual melalui pemilihan materi bacaan dan wacana yang bernuansa empati.
Kehadiran Tim Evaluasi BPKP Provinsi Jambi memberi dorongan semangat bagi seluruh staf pendidik dan kependidikan MTsN 2 Kota Jambi. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan positif bagi kemajuan madrasah di masa mendatang.