Relawan Prabu Jambi Sebut Pola Tekanan Ekonomi Saat Ini Mirip Krisis 1998, Soroti Evaluasi MSCI

Penulis: Syafruddin Amir  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:46:01 WIB
Relawan Prabu Jambi, Jefri BP, menyampaikan penilaian terkait evaluasi MSCI dalam keterangan di Jambi.

JAMBI — Jefri BP menyampaikan penilaian itu di Jambi, merespons pengumuman MSCI terkait evaluasi status pasar modal Indonesia. Menurutnya, perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional. Ia menilai publik perlu mencermati dinamika pasar keuangan global yang bisa berdampak ke perekonomian dalam negeri.

Kemiripan Pola dengan Tekanan Menjelang 1998

Jefri menyoroti kesamaan pola antara situasi saat ini dan tekanan ekonomi yang dialami Indonesia menjelang krisis multidimensi 1998. Ia mengingatkan pemerintah dan masyarakat tidak lengah menghadapi gejolak pasar keuangan global.

"Kami melihat ada kesamaan pola dengan peristiwa 1998. Saat Indonesia mulai memperkuat fondasi ekonominya sendiri, tekanan internasional langsung datang secara bertubi-tubi melalui instrumen-instrumen pasar keuangan global," ujar Jefri BP di Jambi.

Menurut Jefri, kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan kedaulatan ekonomi, hilirisasi, dan ketahanan pangan perlu terus dikawal. Ia menduga penguatan kendali Indonesia atas sumber daya alam dan komoditas strategis dapat berbenturan dengan kepentingan kelompok bisnis tertentu di tingkat global.

"Kebijakan tegas Presiden Prabowo dalam membatasi ekspor mentah dan memperkuat ketahanan pangan domestik jelas-jelas mengganggu zona nyaman para mafia ekonomi dan spekulan asing yang selama ini mengeruk keuntungan dari kekayaan alam Indonesia. Hal inilah yang memicu serangan balik dari kekuatan luar," tegasnya.

Dugaan Motif Politik Belum Disertai Bukti

Dugaan adanya upaya pihak asing menekan ekonomi Indonesia lewat langkah MSCI merupakan penilaian pribadi Jefri. Belum ada bukti yang disampaikan dalam pernyataannya untuk memastikan langkah lembaga penyedia indeks global itu berkaitan dengan motif politik atau upaya menggoyang pemerintahan.

Evaluasi MSCI sendiri merupakan tahap konsultasi awal. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menegaskan pengumuman tersebut belum menjadi keputusan final.

Prabu Jambi Tetap Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

DPD Prabu Provinsi Jambi menyatakan tetap solid mendukung agenda hilirisasi, penguatan ketahanan pangan, dan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi nasional. Jefri juga menyerukan masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, menjaga kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia harus dilakukan melalui persatuan, kewaspadaan, serta penguatan kebijakan ekonomi yang berpihak pada kepentingan nasional. Perkembangan MSCI, lanjut dia, perlu disikapi cermat dengan memperhatikan penjelasan resmi otoritas pasar modal.

Evaluasi lembaga penyedia indeks global dapat berdampak terhadap persepsi investor, aliran modal, dan posisi saham-saham Indonesia dalam portofolio investasi internasional. Karena itu, pemerintah dan regulator diharapkan mampu menjaga transparansi, kredibilitas, serta daya saing pasar keuangan Indonesia di tengah dinamika global.

Bagi Relawan Prabu Jambi, situasi ini menjadi pengingat bahwa kedaulatan ekonomi tidak cukup dibangun melalui kebijakan pemerintah saja. Dukungan masyarakat dan ketahanan nasional dinilai sama pentingnya dalam menghadapi gejolak pasar internasional.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: jambiday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top