MENDALO — Ajang tahunan Himatansi UNJA, JACSEN 2026, resmi ditutup setelah tiga hari penyelenggaraan. Kompetisi ini diikuti 342 tim dari berbagai universitas di Indonesia, bersaing di empat cabang lomba: Olimpiade Akuntansi, National Business Plan Competition, Lomba Karya Tulis Ilmiah, dan National Essay Competition.
Tema yang diangkat tahun ini adalah "Smart Financial Systems: Increase Indonesia’s Economic Productivity in the Digital Era". Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 9 hingga 11 Mei 2026, mencakup upacara pembukaan, field trip ke Candi Muaro Jambi dan Kampoeng Radja, serta seminar nasional yang digelar bersamaan dengan awarding.
Wakil Wali Kota Jambi: Akuntansi Fondasi Bisnis yang Sustainable
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, hadir langsung dalam acara penutupan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya fondasi akuntansi bagi para pelaku usaha.
"Tidak ada perusahaan yang sukses dan sustainable apabila akuntansinya lemah. Pastikan kalian, dan wajibkan tim kalian, untuk merasa ‘kami harus menang’. Tapi jangan lupa, semangat kompetitif harus ada dasarnya, yaitu kepatuhan terhadap peraturan," ujar Diza.
Wakil Wali Kota juga secara khusus menambahkan hadiah bagi peserta yang terpilih menjadi juara pertama pada cabang National Business Plan Competition sebagai bentuk apresiasi atas inovasi yang ditampilkan.
Dekan FEB UNJA: Mahasiswa Harus Jadi Inovator, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJA, Prof. Dr. Shofia Amin, mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan juga inovatornya. Ia menyebut digitalisasi sudah menjadi fondasi baru dalam produktivitas ekonomi.
"Saya berharap mahasiswa akuntansi nantinya bisa menjadi garda terdepan dalam penguasaan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna, tapi juga sebagai inovator yang mampu mengawal integritas keuangan di era digital ini," kata Prof. Shofia.
Seminar Nasional yang digelar menghadirkan dua narasumber dari kalangan praktisi dan regulator. Narasumber pertama adalah Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP dan Pengawasan SP-PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Akhson Dwi Hermawan. Narasumber kedua adalah Pimpinan Kantor Akuntan Publik Roza Eko dan Boy Cabang Pekanbaru, Boy Febrian, serta Auditor Senior dari kantor yang sama, Rudi Syaf Putra.
Peserta dari Bali: Aplikasi Kedasin untuk Atasi Masalah Sampah
Antusias peserta mewarnai rangkaian JACSEN 2026. Salah satu peserta, Ni Luh Putu Ayunda Astitiani, mahasiswa Politeknik Negeri Bali yang mengikuti cabang Business Plan Competition, mengungkapkan kesan positifnya.
"Pengalamannya seru banget, apalagi di hari kedua ada field trip. Bisa ketemu teman-teman dari berbagai daerah. Proposal bisnis plan kami sendiri mengangkat aplikasi Kedasin, sebuah platform pengelolaan pengangkutan sampah yang kami rancang untuk menjawab permasalahan sampah di Bali," ungkapnya.
Ketua Jurusan Akuntansi UNJA, Dr. Nela Safelia, mengapresiasi penyelenggaraan JACSEN dan menyebutnya sebagai wadah silaturahmi akademik lintas kampus. Menurutnya, seminar yang digelar bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan kesempatan bertukar wawasan antar mahasiswa seluruh Indonesia.
JACSEN merupakan kegiatan unggulan tahunan Himatansi UNJA yang konsisten digelar setiap tahun sebagai ajang kompetisi akuntansi tingkat nasional. Ke depannya, Himatansi UNJA berharap JACSEN terus berkembang dan menjadi ruang kolaborasi yang mendorong mahasiswa akuntansi di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi.