JAMBI — Kesalahan memilih jenis pohon untuk ditanam di sekitar rumah bisa menjadi bumerang bagi struktur bangunan. Akar yang tumbuh secara agresif mampu menembus beton pondasi dan merusak saluran pipa di bawah tanah, sebuah risiko yang kerap diabaikan pemilik hunian di perkotaan maupun pedesaan di Provinsi Jambi.
Memahami karakteristik vegetasi sebelum menanam menjadi langkah krusial. Tidak semua pohon rindang aman ditanam dekat bangunan, terutama jika sistem perakarannya dikenal "haus" ruang dan nutrisi.
Akar Pohon Seperti Apa yang Berbahaya?
Setidaknya ada lima ciri sistem perakaran yang patut diwaspadai. Pertama, sifat akar yang agresif, biasanya dimiliki pohon dengan pertumbuhan sangat cepat dan akarnya terus mencari ruang untuk menembus penghalang keras. Kedua, jangkauan akar yang luas, di mana diameter sebaran akar melebihi lebar tajuk pohon sehingga berpotensi menjangkau area di bawah lantai rumah.
Ciri ketiga adalah kecepatan tumbuh yang tinggi. Pohon yang cepat besar di atas tanah, aktivitas akarnya di dalam tanah sama masifnya. Keempat, kebutuhan air yang tinggi. Pohon yang haus air akan mengarahkan akarnya menuju sumber kelembapan, seperti retakan kecil di pipa air atau area lembap di bawah pondasi. Terakhir, adaptasi pada jenis tanah; di tanah berpasir atau gembur yang banyak ditemukan di beberapa wilayah Jambi, akar cenderung tumbuh lebih liar untuk mencari stabilitas, yang justru mengorbankan kepadatan tanah di bawah bangunan.
4 Jenis Pohon Populer yang Berisiko Tinggi
Berdasarkan karakteristik di atas, beberapa pohon yang sering dijumpai di halaman rumah warga Jambi ternyata masuk kategori berisiko tinggi. Pohon beringin menjadi nomor satu sebagai "raja akar invasif" yang mampu meruntuhkan tembok dan pagar beton. Pohon mangga juga tak kalah berbahaya; akarnya yang besar dan kuat sering mengangkat keramik lantai dan merusak saluran drainase.
Selanjutnya, pohon cemara memiliki akar tunjang yang sangat dalam dan kuat, mampu menembus beton pondasi rumah. Sementara itu, pohon pepaya meski batangnya lunak dan cepat tumbuh, sistem akarnya sangat cepat merusak pipa saluran pembuangan air.
Langkah Antisipasi Sebelum Menanam
Para ahli lanskap menyarankan pemilik rumah untuk selalu memeriksa jarak tanam ideal antara pohon dan bangunan. Semakin besar potensi tajuk pohon, semakin jauh jarak aman yang harus dijaga dari pondasi. Untuk area terbatas, pilihlah varietas tanaman hias dengan sistem perakaran serabut yang tidak invasif.
Pengecekan rutin pada saluran pipa dan retakan dinding juga perlu dilakukan. Jika sudah terlanjur menanam pohon berisiko tinggi, konsultasikan dengan arborist atau petugas kehutanan setempat untuk opsi pemangkasan akar atau relokasi pohon sebelum kerusakan struktural terjadi.