JAMBI — Angka tersebut menjadi kabar baik di tengah dinamika ekonomi nasional yang masih penuh tantangan. Pada Februari 2025, TPT Provinsi Jambi tercatat sebesar 4,48 persen, sehingga penurunan ini menjadi sinyal membaiknya pasar tenaga kerja di daerah.
Data BPS menunjukkan bahwa laki-laki masih mendominasi angka pengangguran. TPT untuk laki-laki tercatat sebesar 4,24 persen, sementara perempuan lebih rendah di angka 3,50 persen. Menariknya, pengangguran di perkotaan justru lebih rendah dibanding perdesaan, yakni 3,59 persen berbanding 4,25 persen.
Sektor Apa yang Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja?
Penurunan ini didorong oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sejumlah sektor utama. BPS Provinsi Jambi menyebutkan tiga sektor yang menjadi motor utama: perdagangan, pertanian, dan jasa. Ketiganya berkontribusi besar dalam menekan angka pengangguran di provinsi yang berbatasan dengan Riau dan Sumatera Selatan ini.
Jika dilihat dalam dua tahun terakhir, tren TPT di Jambi sempat fluktuatif. Pada Februari 2024, angkanya berada di 4,45 persen, lalu naik ke 4,48 persen pada 2025, sebelum akhirnya turun signifikan ke 3,99 persen pada 2026. Artinya, pemulihan ekonomi mulai terasa di lapangan.
Pekerjaan Formal Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Meski angkanya membaik, BPS mengingatkan bahwa tantangan kualitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja formal masih perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah ke depan. Banyak tenaga kerja yang terserap di sektor informal dengan pendapatan yang belum stabil.
Pemerintah Provinsi Jambi diharapkan tidak hanya berpuas diri dengan angka ini. Fokus pada program pelatihan vokasi dan penguatan UMKM di perdesaan bisa menjadi kunci untuk menekan angka pengangguran lebih dalam lagi, terutama di wilayah yang angkanya masih di atas rata-rata provinsi.