MUARA BULIAN — Angka pengangguran di Kabupaten Batang Hari, Jambi, akhirnya menunjukkan tren penurunan yang positif pada tahun ini. Berdasarkan data terbaru dari Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida), persentase pengangguran berhasil ditekan menjadi 4,21 persen pada 2025, dari sebelumnya 4,49 persen pada 2024.
Kepala Baperida Kabupaten Batang Hari, A Kurniadi, menyebut pencapaian ini bukanlah hasil kebetulan. Melainkan buah dari sejumlah kebijakan dan strategi yang dijalankan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
Dua Sektor Andalan yang Mendorong Penurunan
Penurunan angka pengangguran di Batang Hari tidak bisa dilepaskan dari peran dua sektor utama. Pertama, sektor pertanian yang mencakup perkebunan, tanaman pangan, perikanan, dan peternakan. Kontribusinya terhadap perekonomian daerah meningkat dari 43,25 persen pada 2024 menjadi 45,22 persen di 2025.
"Kombinasi antara penguatan sektor pertanian dan pengembangan UMKM menjadi faktor penting dalam menekan angka pengangguran di daerah itu," ujar A Kurniadi di Muara Bulian, Selasa.
Lokasi Strategis untuk Pelaku UMKM
Di sisi lain, pemerintah daerah tak tinggal diam. Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, mereka menyiapkan lokasi-lokasi strategis bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berjualan dan menjalankan aktivitas ekonomi.
Beberapa titik yang disulap menjadi pusat kegiatan ekonomi baru antara lain kawasan depan Rumah Dinas Bupati, Jalan Meliuk, jalan protokol, kawasan perkantoran, depan Kantor Bupati, hingga area sekitar GOR Basket Muara Bulian. Langkah ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Bagaimana Dampaknya bagi Warga?
Dengan adanya ruang usaha baru di pusat kota, para pelaku UMKM tak lagi kesulitan mencari lokasi berjualan yang ramai pembeli. Aktivitas ekonomi pun menggeliat, terutama di jam-jam sibuk perkantoran. Hal ini secara langsung menyerap tenaga kerja baru yang sebelumnya menganggur.
Bagi warga Batang Hari, tren penurunan ini menjadi angin segar di tengah tantangan ekonomi nasional. Pemerintah daerah berharap kombinasi kebijakan ini bisa terus berlanjut dan semakin memperkuat fundamental ekonomi lokal.