JAMBI — Laga perdana Skotlandia di Piala Dunia setelah 28 tahun absen langsung mendapat sorotan, bukan hanya karena performa apik The Tartan Army, tapi juga siapa yang akan memegang peluit. Mustapha Ghorbal ditunjuk sebagai pengadil utama pertandingan yang akan digelar di Boston Army, Amerika Serikat, malam ini.
Rekam Jejak Penuh Kontroversi di Afrika
Nama Ghorbal mencuat ke permukaan pada April lalu saat ia memimpin leg pertama semifinal Liga Champions Afrika. Ia menganulir gol yang sempat dinyatakan sah, lalu keputusan itu dikonfirmasi oleh VAR. Tim yang diuntungkan oleh keputusan tersebut akhirnya menang 1-0.
Keputusan itu memicu kemarahan suporter. Usai pertandingan, Ghorbal harus dikawal petugas kepolisian untuk keluar dari stadion dengan selamat. Botol air mineral beterbangan dari tribune ke arahnya dan ofisial pertandingan lainnya.
Pengalaman Internasional yang Tak Bisa Diremehkan
Meski sempat menjadi pusat amukan suporter, pengalaman Ghorbal di turnamen besar tidak perlu diragukan. Ia telah memimpin dua laga fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar dan menjadi wasit di empat edisi Piala Afrika (AFCON) berturut-turut.
Pada Januari lalu, ia memimpin laga sengit antara Mesir dan Pantai Gading yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Mesir. Ghorbal juga tercatat sebagai wasit saat Manchester City menghancurkan Al-Ain 6-0 di Piala Dunia Antarklub FIFA musim panas lalu.
Catatan Disiplin: Ratusan Kartu Kuning dalam 300 Laga
Statistik menunjukkan Ghorbal bukan wasit yang segan mengeluarkan kartu. Sepanjang kariernya, ia rata-rata mengeluarkan hampir empat kartu kuning per pertandingan. Total, ia telah menunjukkan lebih dari 1.000 kartu kuning dalam kurang dari 300 laga yang dipimpinnya.
Mayoritas pengalaman Ghorbal berasal dari Ligue 1 Prancis. Dua asisten wasitnya juga berasal dari Aljazair: Mokrane Gourari dan Abbes Akram Zerhouni. Sementara wasit keempat adalah Alejandro Hernandez asal Spanyol.
Skotlandia dalam Tren Positif, Tapi Wasit Jadi Sorotan
Skotlandia datang ke laga ini dengan modal meyakinkan. Dalam dua laga terakhir, mereka menghancurkan Bolivia 4-0 dan Curacao 4-1. Total delapan gol dalam dua pertandingan membuat The Tartan Army optimistis.
Namun, kehadiran Ghorbal di tengah lapangan bisa menjadi variabel tak terduga. Apalagi dengan catatan kontroversinya yang masih segar di ingatan publik sepak bola Afrika. Pertandingan Grup C ini akan menjadi ujian pertama Skotlandia di Piala Dunia 2026, sekaligus ujian mental bagi Ghorbal untuk menjaga netralitas dan ketenangan.