JAKARTA — Tekanan jual masih membayangi pergerakan IHSG pada awal sesi perdagangan Kamis. Indeks langsung dibuka di zona merah, melanjutkan tren pelemahan yang sempat terjadi pada hari sebelumnya.
Data perdagangan mencatat, pelemahan IHSG sebesar 28,85 poin ini membawa indeks ke level 6.191,89. Angka ini menunjukkan sentimen pasar yang masih berhati-hati di tengah berbagai faktor eksternal dan internal.
Indeks LQ45 Ikut Tertekan
Tidak hanya IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mengalami koreksi. Indeks ini turun 5,28 poin atau 0,84 persen ke posisi 619,95 pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Pelemahan yang lebih dalam pada Indeks LQ45 mengindikasikan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi ikut menjadi sasaran aksi ambil untung investor.
Level Psikologis 6.200 Kembali Hilang
Dengan posisi saat ini, IHSG kembali ke bawah level psikologis 6.200. Pergerakan indeks pada sesi selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan jual masih akan berlanjut atau mulai ada aksi beli.
Para analis sebelumnya memperkirakan volatilitas masih akan mewarnai perdagangan saham dalam jangka pendek. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing yang kerap menjadi katalis pergerakan IHSG.