Pencarian

Hutama Karya Masuk Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, BUMN Infrastruktur Ini Torehkan Laba Rp 3,08 Triliun

Sabtu, 20 Juni 2026 • 19:02:31 WIB
Hutama Karya Masuk Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, BUMN Infrastruktur Ini Torehkan Laba Rp 3,08 Triliun
PT Hutama Karya masuk peringkat ke-206 Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026.

JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) kembali mencatatkan namanya di jajaran korporasi terbesar Asia Tenggara. Perusahaan konstruksi pelat merah itu duduk di peringkat ke-206 Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026, sebuah pemeringkatan yang pertama kali digelar pada 2024.

Di tingkat nasional, Hutama Karya menempati posisi ke-16 di antara seluruh BUMN dan ke-40 dari seluruh perusahaan Indonesia yang masuk daftar. Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai satu-satunya BUMN infrastruktur yang konsisten hadir dalam pemeringkatan bergengsi tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Laba Tumbuh 15,9 Persen di Tengah Normalisasi Pendapatan

Sepanjang tahun fiskal 2025, Hutama Karya membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 25,13 triliun. Namun, yang lebih menonjol adalah pertumbuhan laba bersih yang mencapai 15,9 persen menjadi Rp 3,08 triliun.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, menyebut capaian ini mencerminkan kualitas pertumbuhan perusahaan. “Yang membanggakan bagi kami bukan sekadar masuk daftar, melainkan kualitas pencapaiannya. Di tengah normalisasi pendapatan, laba kami justru tumbuh dan peringkat kami berdasarkan laba maupun aset berada lebih tinggi,” ujarnya.

Peringkat Laba dan Aset Lebih Tinggi dari Peringkat Pendapatan

Fakta menarik lainnya, Hutama Karya berada di peringkat ke-167 berdasarkan laba dan ke-114 berdasarkan total aset di antara 500 perusahaan terbesar Asia Tenggara. Peringkat ini lebih tinggi dibandingkan posisinya berdasarkan pendapatan (ke-206).

Total aset perusahaan mencapai Rp 189,09 triliun. Margin laba bersih pun menguat ke kisaran 12 persen, menandakan struktur permodalan yang semakin sehat dan efisiensi operasional yang terjaga.

Rekam Jejak Proyek: Tol Trans Sumatera hingga IKN

Kepemimpinan Hutama Karya di klaster konstruksi bertumpu pada proyek-proyek strategis nasional. Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kini telah membentang sekitar 1.042 kilometer dan terus diperluas.

Selain itu, perusahaan juga menuntaskan sejumlah proyek vital di Ibu Kota Nusantara (IKN), pembangunan bendungan, hingga sistem penyediaan air minum. Perluasan portofolio melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), termasuk Jalan Trans Papua, semakin memperkokoh peran perusahaan sebagai penggerak konektivitas nasional.

Ekosistem Danantara dan Target Infrastruktur Hijau

Dengan kepemilikan 100 persen oleh Pemerintah Republik Indonesia dan kini berada dalam ekosistem Danantara, Hutama Karya menempatkan diri pada posisi strategis. Perusahaan disebut siap mendukung agenda transformasi ekonomi nasional, termasuk pengembangan infrastruktur hijau, industrialisasi hilir, dan penguatan konektivitas ASEAN.

“Konsistensi tiga tahun di Fortune Southeast Asia 500 membuktikan bahwa transformasi Hutama Karya bersifat struktural, bukan musiman. Kami berkomitmen menjaga standar ini dan menerjemahkannya menjadi nilai berkelanjutan bagi negara,” tambah Eka.

Bagikan
Sumber: aksesjambi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks