KUALA TUNGKAL — Terminal Kota Kuala Tungkal yang nyaris mati suri kembali berdenyut. Ratusan warga memadati area terminal pada Sabtu malam (19/7/2026) untuk menyaksikan siaran langsung Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi Kodim 0419/Tanjab untuk mengembalikan fungsi terminal sebagai ruang publik yang hidup.
Dandim: Terminal Bukan Sekadar Tempat Ngetem
Komandan Kodim 0419/Tanjab, Letkol Inf. Zulhiardi, S.I.P., M.Han., memimpin langsung acara tersebut. Menurutnya, terminal yang selama ini hanya digunakan untuk naik-turun penumpang, bisa difungsikan sebagai pusat kegiatan warga.
"Kami ingin menghadirkan hiburan sehat sekaligus menghidupkan kembali Terminal Kuala Tungkal agar menjadi ruang interaksi positif bagi warga," ujar Zulhiardi dalam keterangannya.
Sepak Bola Jadi Perekat, Pedagang Ikut Untung
Pemilihan sepak bola sebagai daya tarik bukan tanpa alasan. Olahraga ini dinilai mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Malam itu, dukungan terhadap tim favorit terlihat menyatu antara warga, personel TNI, dan komunitas sepak bola setempat.
Dampak ekonominya juga langsung terasa. Para pedagang kaki lima yang biasanya sepi pembeli di malam hari, kebanjiran pesanan. Warung kopi dan penjual gorengan di sekitar terminal ikut menikmati perputaran uang dari kerumunan nobar.
Rencana Ke Depan: Nobar Bukan yang Terakhir
Kodim 0419/Tanjab berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut. Terminal Kuala Tungkal dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan sosial, bukan sekadar tempat transit angkutan umum. Ke depan, acara serupa bisa digelar rutin, baik untuk pertandingan sepak bola maupun agenda komunitas lainnya.
Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana TNI dan rakyat bisa berkolaborasi menghidupkan kembali fasilitas publik yang sempat mati. Suasana kota yang lebih hidup dan harmonis pun perlahan mulai terwujud dari sebuah tontonan sepak bola.