Pencarian

Lapas Narkotika Muara Sabak Jambi Fasilitasi 21 Warga Binaan Nobar Final Piala Dunia 2026, Bentuk Hak Rekreasional

Selasa, 21 Juli 2026 • 08:20:01 WIB
Lapas Narkotika Muara Sabak Jambi Fasilitasi 21 Warga Binaan Nobar Final Piala Dunia 2026, Bentuk Hak Rekreasional
warga binaan Lapas Narkotika Muara Sabak mengikuti nonton bareng final Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari hak rekreasional yang diatur undang-undang.

MUARA SABAK — Suasana berbeda terasa di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Sebanyak 21 warga binaan pemasyarakatan (WBP) duduk bersama petugas menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026 di layar lebar yang disiapkan di area khusus dalam lapas.

Kegiatan nonton bareng (nobar) ini bukan sekadar hiburan. Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara petugas dan warga binaan.

“Kegiatan nonton bersama ini merupakan bentuk silaturahmi, kita ingin hubungan antara petugas dan warga binaan tetap terjaga dengan baik,” kata Askari di Muara Sabak, Senin.

Hak Rekreasional yang Diatur Undang-Undang

Nobar final Piala Dunia 2026 ini bukan acara dadakan. Kasubsi Registrasi Pembinaan Kemasyarakatan Lapas, Haidar Meshvara Sahid, menegaskan kegiatan ini merupakan pemenuhan hak dasar warga binaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Pasal 9 huruf c menyebutkan narapidana berhak mendapatkan kegiatan rekreasional. Ini untuk mendukung kesejahteraan fisik dan mental melalui kegiatan nonformal,” jelas Haidar.

Ia menambahkan, 21 warga binaan yang ikut serta merupakan kategori risiko menengah ke bawah. Mereka telah melalui sidang resmi dari tim pengamat pemasyarakatan (sidang TPP) sebelum diizinkan mengikuti nobar.

Pengawasan Ketat dan Antusiasme Warga Binaan

Meski suasana santai, keamanan tetap jadi prioritas. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), A. Yudhistira Hadiyan Pratama, memastikan penjagaan di dalam lapas berjalan seperti biasa selama nobar berlangsung.

“Tetap dalam pendampingan petugas, mereka yang nonton umumnya tahanan pendamping (tamping) atau kategori risiko rendah,” ujar Yudhistira.

Salah satu peserta nobar, IN (56), mengaku senang mendapat kesempatan menonton bersama petugas. Layar lebar yang disediakan membuat pengalaman menonton semakin terasa.

“Senang kami dapat hiburan, puas nontonnya karena layarnya lebar. Paling tidak bisa membuang jenuh dan bisa bersilaturahmi dengan petugas,” ungkapnya.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks