MUARO JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris menyebut inovasi ini berpotensi menjadi percontohan nasional. Menurutnya, pengenalan adat istiadat sejak bangku sekolah menengah sangat krusial untuk membentuk identitas generasi muda.
"Anak-anak yang baru masuk SMA harus sudah mengenal adat dan budaya Jambi. Ini sangat memiliki nilai tambah bagi sekolah, khususnya SMA Negeri 1 Muaro Jambi," ujar Al Haris dalam sambutannya.
Modul Adat Resmi Disusun Pemprov
Pemerintah Provinsi Jambi tidak hanya memberi apresiasi verbal. Al Haris mengungkapkan bahwa penyusunan buku adat sebagai modul pembelajaran tambahan di sekolah telah rampung. Modul ini disusun secara komprehensif melalui kolaborasi bersama lembaga adat, akademisi, dan perguruan tinggi.
Pemprov juga berencana meluncurkan portal digital khusus. Tujuannya agar sekolah-sekolah dapat mengakses materi muatan lokal dengan mudah sekaligus berbagi praktik baik antarlembaga pendidikan.
"Anak-anak kita sudah mulai mengetahui batasan-batasan pergaulan sehari-hari, mana yang sah bagi adat, mana yang tidak. Ini sangat bagus untuk membimbing perilaku mereka," tambah Al Haris.
Dukung Akses Pendidikan dengan Infrastruktur
Selain menyoroti pelestarian budaya, Gubernur Al Haris turut memuji letak strategis SMAN 1 Muaro Jambi yang berada dekat dengan kawasan perguruan tinggi. Pemerintah daerah terus mendorong konektivitas wilayah, termasuk rencana pembangunan jalur tol dan jembatan menuju Merlung sepanjang 67 kilometer guna mendongkrak aksesibilitas pendidikan.
Deklarasi Anti Judi Online dan Genk Motor
Momentum penting di sekolah ini juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama. Isinya menyatakan perang terhadap Judi Online, IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), serta sikap tegas menolak keberadaan genk motor.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov Jambi, Pemkab Muaro Jambi, tokoh adat setempat, dewan guru, orang tua siswa, serta ratusan pelajar. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat fondasi karakter siswa sekaligus membentengi mereka dari pengaruh negatif di tengah masyarakat.