Pencarian

Fadli Zon Resmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di KCBN Muaro Jambi, Tegaskan Revitalisasi Rp 180 Miliar dan Ancaman Tutup Izin Stokpile Batu Bara

Jumat, 31 Juli 2026 • 22:07:01 WIB
Fadli Zon Resmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di KCBN Muaro Jambi, Tegaskan Revitalisasi Rp 180 Miliar dan Ancaman Tutup Izin Stokpile Batu Bara
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di KCBN Muaro Jambi, Jumat (31/7/2026).

MUARO JAMBI — Pemerintah pusat mengambil langkah tegas terhadap perusahaan batu bara yang masih menyimpan stokpile di zona inti Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarojambi. Ancaman pencabutan izin usaha disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, usai meresmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di kompleks percandian tersebut, Jumat (31/7/2026).

“Soal batu bara sudah kami bicarakan dengan Pak Gubernur. Perusahaan yang masih beroperasi akan kami surati kembali dan pemiliknya akan dipanggil. Kalau tetap membandel, saya usulkan izin usahanya ditutup,” ujar Fadli Zon di hadapan unsur Forkopimda Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.

Museum Baru untuk Pusat Edukasi Peradaban Asia Tenggara

Museum Sriwijaya Dharmakirti dibangun sebagai pusat edukasi yang menampilkan berbagai temuan arkeologi dari situs seluas sekitar 4.000 hektare itu. Kawasan ini memiliki lebih dari 100 struktur candi yang ditemukan melalui penelitian arkeologi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Fadli, situs yang masuk daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO ini merupakan pusat pendidikan, kebudayaan, dan peradaban penting di Asia Tenggara pada abad ke-6 hingga ke-13 Masehi. Para pelajar dari berbagai negara tercatat pernah berguru di kawasan ini pada masa lampau.

“Ke depan kami berharap akan semakin banyak festival budaya yang diselenggarakan di sini,” kata Fadli Zon. Museum tidak berhenti sebagai bangunan fisik, tetapi menjadi pusat kegiatan kebudayaan yang hidup.

Anggaran Revitalisasi dan Nasib Warga Sekitar

Fadli menyebutkan, nilai anggaran revitalisasi KCBN Muarojambi pada tahun ini mencapai sekitar Rp 180 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penataan museum, perbaikan situs cagar budaya, serta peningkatan fasilitas pendukung kawasan.

Pekerjaan fisik revitalisasi telah rampung. Pada 2025, pemerintah memfokuskan penyelesaian pembangunan museum, dan kini kawasan memasuki tahap pemeliharaan serta pengelolaan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan.

Menjawab kritik soal dampak revitalisasi yang belum dirasakan masyarakat, Fadli menyebut pembangunan ekosistem budaya tidak bisa instan. “Ekosistemnya harus dibangun, SDM juga harus dipersiapkan. Seperti Borobudur, sudah ada kawasan untuk pasar UMKM-nya jadi hidup masyarakat,” ujarnya.

Warga: Pelibatan Masyarakat Masih Timpang

Di tengah optimisme pemerintah, seorang warga Muaro Jambi menyampaikan kekecewaannya soal pelibatan masyarakat dalam pengembangan kawasan. Ia menilai partisipasi warga sekitar masih belum optimal dan cenderung pilih kasih.

“Ya, ada yang dianakemaskan, ada yang tidak. Kami juga kaget tadi tiba-tiba baru ada undangan,” tuturnya kepada DETAIL.ID.

Warga berharap keberadaan museum baru dan revitalisasi kawasan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM serta komunitas budaya setempat, bukan hanya menjadi proyek fisik semata.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detail.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks