Pencarian

Bupati Tanjabtim Larang Camat Tinggalkan Wilayah Saat Ancaman Karhutla, 62 Persen Lahan Rawan Terbakar

Minggu, 02 Agustus 2026 • 19:24:31 WIB
Bupati Tanjabtim Larang Camat Tinggalkan Wilayah Saat Ancaman Karhutla, 62 Persen Lahan Rawan Terbakar
Bupati Tanjabtim menginstruksikan seluruh camat untuk tetap siaga di wilayahnya guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

MUARA SABAK — Instruksi tegas itu disampaikan Dillah di Jambi, Minggu, menyusul tingginya potensi kebakaran yang mengintai kawasan permukiman pesisir yang padat dan masih didominasi rumah berbahan kayu. Seluruh camat diminta memastikan langkah pencegahan berjalan sebelum api sempat menyala.

"Saya instruksikan seluruh camat tidak meninggalkan wilayah, tetap siaga penuh, melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Pastikan seluruh potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum terjadi," kata Dillah.

Ancaman Ganda: Gambut dan Aktivitas Pembukaan Lahan

Kerawanan di Tanjabtim tidak hanya berasal dari kondisi alam. Bupati menyebut aktivitas perkebunan, perladangan, persawahan, hingga pembukaan lahan baru yang masih tinggi berisiko memicu kebakaran apabila tidak diawasi secara ketat.

Oleh karena itu, para camat diperintahkan untuk segera memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di wilayah masing-masing. Mulai dari ketersediaan sumber air, kesiapan personel, hingga sistem komunikasi harus dipastikan berfungsi sewaktu-waktu.

Sinergi Lintas Sektor dan Pendirian 81 Posko

Selain kesiapan alat, koordinasi lintas sektor menjadi kunci. Camat diwajibkan membangun sinergi aktif bersama kepala desa dan lurah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, regu pemadam kebakaran, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memperkuat patroli dan deteksi dini.

Di tingkat provinsi, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Jambi telah mendirikan 81 posko di kawasan rawan sebagai garda terdepan. Setiap posko diperkuat 10 personel lintas sektor yang bertugas melakukan sosialisasi bahaya karhutla sekaligus melaporkan temuan titik api di lapangan.

"Pencegahan adalah kunci, jangan sampai kita terlambat bertindak. Keselamatan masyarakat, perlindungan permukiman, lahan produktif, dan kelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama," tegas Dillah.

Keberhasilan menghadapi musim kemarau tahun ini, lanjut dia, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api, tetapi juga oleh kesigapan seluruh aparat dalam mencegah kebakaran sejak awal.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks