JAMBI — Karyawan Micron di Taiwan akan menerima bonus setara gaji 35 bulan hingga 68 bulan. Nilai minimumnya 1,7 juta dolar Taiwan atau sekitar Rp 943 juta, ditambah imbalan dalam bentuk saham.
Besaran Bonus untuk Engineer Entry-Level
Untuk engineer entry-level, rata-rata bonus yang diterima sebesar 3,4 juta dolar Taiwan atau sekitar Rp 1,9 miliar. Rinciannya, rata-rata kompensasi 2,9 juta dolar Taiwan dalam bentuk uang tunai dan sisanya dalam bentuk saham.
Micron mempekerjakan sekitar 15.000 orang di Taiwan. Negara itu menjadi salah satu pusat manufaktur paling penting bagi perusahaan.
Negosiasi dengan Serikat Pekerja
Pengumuman bonus ini merupakan upaya Micron bernegosiasi dengan serikat pekerja yang mengancam mogok kerja. Serikat menuntut perusahaan membagi keuntungan dari lonjakan bisnis memori kepada karyawan.
Sebelum pengumuman, serikat pekerja Micron menuntut bonus tunai dibayarkan satu kali dengan jumlah setara gaji pokok selama tujuh tahun. Angka itu setara bonus rata-rata USD 170.000 per karyawan.
Serikat juga menuntut agar perusahaan mengalokasikan sebagian keuntungannya untuk dibagikan kepada staf global dalam bentuk bonus di masa depan, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (12/9/2026).
Tekanan Pesaing di Korea Selatan dan Taiwan
Perdebatan soal bonus ini terjadi bersamaan dengan diskusi global tentang siapa yang berhak mendapatkan keuntungan dari lonjakan laba perusahaan yang diuntungkan investasi pusat data dan infrastruktur AI.
Samsung dan SK Hynix, pesaing Micron asal Korea Selatan, sudah menjanjikan bagi hasil dengan karyawan dalam bentuk bonus. TSMC juga berkomitmen mengalokasikan dana 30% lebih besar untuk bagi hasil dengan karyawan.
Bersama Samsung dan SK Hynix, Micron merupakan produsen memori terbesar di dunia yang memproduksi chip berkecepatan tinggi untuk infrastruktur AI.
Lonjakan Laba di Tengah Ledakan AI
Produsen chip asal Amerika Serikat itu melaporkan peningkatan laba bersih hingga 15 kali lipat pada kuartal ketiga tahun 2026. Nilai sahamnya melonjak lebih dari 500% dalam setahun terakhir.
Pembagian bonus ini menandai bagaimana perusahaan semikonduktor mulai membagi keuntungan dari siklus investasi AI yang sedang berlangsung ke karyawan, setelah tekanan dari serikat pekerja di beberapa negara.