JAMBI — Strong Son mengikuti Harvey Singh, seorang binaragawan South Asian yang diperankan Mandeep Sodhi. Ia tengah membentuk tubuh di gym lokal sambil merawat sang ayah lanjut usia yang kondisi fisiknya melemah. Di balik otot yang ia bangun, kesehatan mental Harvey justru runtuh.
Konflik utama film ini bukan soal angkat beban, melainkan benturan gagasan lama sang ayah tentang bagaimana seorang pria seharusnya bersikap. Sembunyikan perasaan, jangan tampak lemah, dan segera menikah. Tekanan itu memuncak dalam sebuah pertandingan gulat amatir yang diikuti Harvey untuk membuktikan kekuatan fisiknya, dan berakhir dengan breakdown emosional di depan publik.
Dari Short Film 3 Menit ke Debut Feature
Strong Son versi panjang berakar dari short film berdurasi tiga menit yang juga berjudul Strong Son. Film pendek itu menampilkan ayah Bawa di dunia nyata, Jagdeep Singh Bawa, sebagai sosok ayah South Asian yang memberi nasihat kepada anaknya di gym dengan mantra, "My son is very strong."
Short film tersebut digarap dengan format Super 8 dan tayang perdana di TIFF pada masa pandemi, ketika festival digelar secara online. Bawa saat itu sudah menyimpan rencana mengembangkannya menjadi feature. Namun tiga minggu setelah penayangan perdana di Toronto, ayahnya meninggal akibat serangan jantung mendadak.
Ibunya, Pritam Bawa, lebih dulu wafat pada 2007 setelah berjuang melawan kanker payudara, usai 36 tahun menikah dengan Jagdeep. Bawa sempat mengolah duka itu lewat short film lain pada 2024 berjudul My Son Went Quiet.
Dialog Diambil dari Pengalaman Merawat Ayah 10 Tahun
Hampir seluruh adegan dan dialog dalam Strong Son diambil langsung dari pengalaman Bawa merawat ayahnya selama sepuluh tahun sebelum sang ayah meninggal. Salah satu kalimat yang ia ingat betul adalah teguran sang ayah agar ia berhenti menangis karena dianggap bertingkah seperti perempuan atau seperti ibunya.
"Those words were spoken to me, as my Dad told me to stop crying, you're acting like a woman, you're acting like your mother. It's one of the weird trauma moments that sit with you," kata Bawa kepada The Hollywood Reporter.
Bawa juga memasukkan rekaman panggilan darurat asli yang ia lakukan ke paramedis saat menemukan ayahnya mengalami henti jantung. Adegan itu direkonstruksi dalam film. "It's all real, from the true 911 call. I have this stuff, what else am I going to do with it? And it's his legacy at this point – no one's going to remember my Dad, except me," ujarnya.
Mandeep Sodhi dan Tantangan Amrit Parbhakar
Gaya sinematografi Strong Son memadukan static shot di momen-momen sunyi antara Harvey dan ayahnya di rumah dengan adegan bergerak di gym lokal. Pendekatan ini sebagian muncul dari latar belakang Sodhi, yang merupakan binaragawan yang beralih menjadi aktor setelah pindah dari India ke Kanada pada 2011.
Amrit Parbhakar, yang memerankan Jagdeep Singh, baru bergabung sebagai pemeran utama satu minggu sebelum produksi dimulai. Ia masuk setelah aktor yang sebelumnya dijadwalkan memerankan ayah Harvey mundur. Parbhakar sendiri telah kehilangan penglihatan dua tahun sebelum Strong Son digarap.
Kondisi itu memaksa Bawa dan Parbhakar berimprovisasi saat latihan, termasuk memalsukan arah pandangan mata ketika kamera—ditangani sinematografer sekaligus produser Markus Henkel—mulai merekam. "We shot backwards. We'd start with close-ups of everyone, then do his (Parbhakar) last," kata Bawa. Seorang asisten ketiga membantu Parbhakar menghafal dialog secara fonetis, sekaligus berperan sebagai asisten pribadinya.
Rencana Setelah TIFF
Strong Son menjadi debut feature Bawa yang tayang perdana di TIFF. Ia berharap film ini, yang menyoroti duka keluarga dan koneksi antargenerasi, bisa resonan dengan penonton.
Setelah pemutaran di Toronto, Bawa sudah menyiapkan beberapa naskah, termasuk satu film horor. Proyek lainnya adalah komedi gelap tentang seorang pria South Asian yang mengalami kebotakan dan kerutan seiring bertambahnya usia, lalu memutuskan menculik anak haramnya untuk dibawa ke Meksiko demi perawatan kulit.
Bagi industri film Kanada, Strong Son menambah deretan karya sineas diaspora Asia Selatan yang mengangkat cerita keluarga imigran ke panggung festival internasional.