JAMBI — Kepindahan Weir ke Lyon dikonfirmasi pada bulan yang sama ketika ia mencetak tujuh gol dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia bersama Skotlandia. Kapten timnas Skotlandia itu mengaku keputusan bergabung dengan klub Prancis tersebut terasa mudah meski harus meninggalkan Madrid.
“Pada tahap karier saya ini, saya ingin terus maju. Saya ingin bersaing untuk memenangkan sesuatu, bermain dengan pemain terbaik,” ujar Weir kepada media. “Saya ingin berada di kompetisi Liga Champions, berada di klub yang mempersiapkan diri untuk itu.”
Weir mengaku percakapan dengan pelatih kepala Lyon, Jonatan Giráldez, menjadi faktor penentu. Mantan pelatih Barcelona itu memaparkan rencana taktik yang melibatkan Weir sebagai gelandang serang nomor 10 berkaki kiri. “Kami berbicara cukup mendalam tentang taktik. Itu memberi saya gambaran bagus tentang apa yang akan dihadapi,” tambahnya.
Weir meninggalkan Real Madrid sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 63 gol dari 125 penampilan. Ia juga mengantar Los Blancos finis sebagai runner-up Liga Spanyol setiap musim di bawah bayang-bayang Barcelona. “Satu-satunya penyesalan adalah kami tidak pernah memenangkan gelar juara,” kata Weir. “Tapi di luar itu, saya sangat bangga dengan statistik dan dampak yang saya berikan pada tim.”
Real Madrid secara resmi mengucapkan terima kasih melalui pernyataan klub atas profesionalisme dan dedikasi Weir. Ia juga menerima jersey bertanda tangan dari Jude Bellingham dengan pesan pribadi. “Jude dan saya beberapa kali berbicara. Kami selalu akrab. Untuk dia menulis pesan itu menunjukkan betapa kelasnya dia sebagai pribadi,” ujar Weir.
Setelah mencetak hat-trick melawan Israel pada 5 Juni dan empat gol di laga berikutnya empat hari kemudian, Skotlandia memuncaki Grup B kualifikasi Eropa dan melaju ke babak play-off. “Pergi ke Brasil untuk Piala Dunia adalah mimpi nomor satu saya,” kata Weir yang ditunjuk sebagai kapten timnas pada Februari lalu. “Kami sudah menyelesaikan langkah pertama. Kami akan menjalani play-off selangkah demi selangkah.”
Sebelum memulai latihan pramusim pada Juli, Weir memiliki daftar prioritas untuk beradaptasi di kota barunya: mencari salon kuku dan tempat perawatan bulu mata, serta mengenal taman lokal untuk jalan-jalan bersama anjingnya. “Saya tahu Lyon adalah ibu kota kuliner Prancis. Ketika ke sana, kota ini mengingatkan saya sedikit pada Edinburgh,” pungkasnya.