JAMBI — Suasana haru dan syukur mewarnai penyambutan 442 jemaah haji Kloter BTH 19 yang tiba di Asrama Haji Antara Jambi, Senin malam (22/6). Kedatangan mereka melengkapi total 887 jemaah asal Provinsi Jambi yang telah kembali dengan selamat, setelah sebelumnya 445 jemaah dari Kloter BTH 13 tiba pada 16 Mei 2026.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I, menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya enam orang jemaah haji asal Jambi di tanah suci. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam sambutannya, Wahyudi mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Salah satu poin krusial yang ia ungkap adalah dukungan finansial signifikan dari Pemerintah Provinsi Jambi. "Sambil kita doakan Bapak Gubernur dan pemerintah itu 42 miliar rupiah membantu kita untuk bisa menjalankan ibadah haji. Itulah biaya keberangkatan dari Jambi ke Batam. Dari Batam ke Jambi," katanya.
Dana sebesar Rp 42 miliar tersebut digunakan untuk menanggung biaya transportasi jemaah dari embarkasi Jambi menuju Batam dan sebaliknya. Langkah ini dinilai sebagai upaya meringankan beban ekonomi jemaah di tengah biaya penyelenggaraan ibadah haji yang terus meningkat.
Para jemaah mengungkapkan kepuasan terhadap fasilitas yang diterima selama di Tanah Suci. Mulai dari konsumsi, kondisi tenda di Arafah dan Mina, hingga akomodasi hotel di Makkah dan Madinah dinilai sangat baik. Hal ini menjadi indikator bahwa pelayanan tahun ini berjalan optimal.
Menutup rangkaian penyambutan, Wahyudi berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga predikat haji mabrur. Ia menekankan dua hal utama: bersyukur dan bersabar. "Ciri kemabruran haji itu adalah sabar. Mohon maaf jangan nodai kemabruran kita semua. Jangan nodai kemabruran Haji Bapak Ibu sekalian semua. Hanya gara-gara tinggal selangkah lagi akan berkumpul bersama keluarga. Mari pelihara sabar itu," tegasnya.
Pesan itu menjadi pengingat bagi jemaah yang baru tiba agar tidak terlena dengan euforia pertemuan keluarga dan tetap menjaga perilaku sebagai haji yang mabrur.