PLTMH 60 kW di Desa Renah Kasah Kerinci Aliri Listrik 150 Kepala Keluarga Sejak 2020, Petugas Rutin Bersihkan Penampung Air

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:21:01 WIB
Petugas membersihkan bak penenang PLTMH berkapasitas 60 kW di Desa Renah Kasah, Kerinci, Jambi, Senin (10/8/2026).

KERINCI — Ratusan warga di Desa Renah Kasah, Kabupaten Kerinci, Jambi, tak lagi bergantung pada genset berbahan bakar minyak untuk penerangan. Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 60 kilowatt (kW) yang memanfaatkan aliran sungai di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) telah menghidupkan aktivitas rumah tangga mereka sejak lima tahun terakhir.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan sejumlah pihak. Listrik yang dihasilkan dikelola untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 kepala keluarga (KK) di desa yang berada di dataran tinggi tersebut.

Perawatan Rutin Jaga Pasokan Listrik Warga

Untuk memastikan turbin tetap berputar optimal, petugas secara berkala membersihkan tempat penampungan air atau bak penenang. Pada Senin (10/8/2026), kegiatan pembersihan kembali dilakukan guna mengangkat sedimen dan material organik yang terbawa aliran sungai.

Pembersihan ini bukan sekadar prosedur teknis. Jika bak penenang tersumbat, debit air yang masuk ke turbin berkurang dan pasokan listrik ke rumah warga bisa terganggu. Perawatan berkala menjadi kunci agar PLTMH yang sudah beroperasi sejak 2020 itu tetap andal.

Dari Sungai untuk Penerangan di Tepian TNKS

Pembangkit ini menjadi contoh pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di daerah terpencil yang berada di sekitar kawasan konservasi. Alih-alih membangun jaringan listrik konvensional yang memakan biaya besar dan membelah hutan lindung, aliran sungai yang deras di kawasan TNKS justru menjadi sumber energi yang bersih dan berkelanjutan.

Keberadaan PLTMH tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga menekan biaya operasional warga yang sebelumnya harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli solar. Dengan kapasitas 60 kW, pembangkit ini mampu melayani kebutuhan dasar ratusan rumah tangga.

Model Kolaborasi Pusat dan Internasional

Keterlibatan UNDP dalam program ini menunjukkan dukungan internasional terhadap transisi energi di tingkat komunitas. Program Kementerian ESDM yang dijalankan bersama UNDP tersebut dirancang untuk menjangkau desa-desa yang sulit dijangkau jaringan listrik nasional, khususnya di sekitar kawasan hutan konservasi.

Keberhasilan PLTMH Renah Kasah bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Jambi yang memiliki potensi aliran sungai serupa. Dengan perawatan yang konsisten, sumber energi ini diharapkan terus menyala untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan warga setempat.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top