12 Hidangan Khas Jambi: Eksplorasi Angka dan Cita Rasa di Balik Kekayaan Kuliner Melayu

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18:49 WIB
12 Hidangan Khas Jambi: Eksplorasi Angka dan Cita Rasa di Balik Kekayaan Kuliner Melayu

JAMBI - Setidaknya 12 hidangan khas Jambi selain tempoyak tercatat sebagai warisan kuliner yang kaya, mulai dari gulai tepek ikan hingga bolu kojo, masing-masing dengan teknik pengolahan unik dan bahan lokal yang dominan. Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara resmi memasukkan empat di antaranya—gulai tepek ikan, tempoyak ikan patin, nasi minyak, dan daging masak hitam—sebagai masakan khas daerah. Fakta ini menunjukkan bahwa keberagaman rasa di Jambi tidak hanya bergantung pada satu sajian fermentasi durian, melainkan juga pada hidangan gurih, manis, berempah, dan camilan tradisional yang mencerminkan pengaruh budaya Melayu serta kondisi geografis setempat.

Ketergantungan pada sumber daya alam terlihat jelas: Sungai Batanghari dan jaringan perairan menyediakan ikan air tawar, sementara perkebunan menghasilkan kelapa, rempah, pandan, suji, dan buah-buahan lokal yang menjadi tulang punggung berbagai resep. Hidangan-hidangan ini tidak sekadar menu harian; beberapa erat kaitannya dengan acara adat, pernikahan, syukuran, hingga jamuan keluarga, sementara kue tradisional tertentu memiliki keterkaitan khusus dengan Ramadan. Kekayaan ini menjadikan Jambi sebagai destinasi menarik bagi pencinta makanan tradisional yang ingin menjelajahi lebih dari sekadar tempoyak.

Kuliner Khas Jambi selain Tempoyak yang Kaya Cita Rasa

Bagi pencinta makanan tradisional, Jambi menawarkan banyak pilihan yang layak masuk daftar jelajah kuliner. Berikut beberapa hidangan yang memiliki karakter rasa dan cerita tersendiri, diurutkan dari yang paling identik hingga yang paling unik.

1. Gulai Tepek Ikan

Gulai tepek ikan merupakan salah satu hidangan yang cukup identik dengan kuliner Jambi. Kata tepek berkaitan dengan proses adonan ikan yang dipipihkan sebelum dimasak bersama kuah gulai.

Adonan ikan umumnya dibentuk terlebih dahulu, kemudian dipotong dan dimasak dalam kuah berbumbu. Kuahnya memiliki karakter gurih, asam, dan kaya rempah, dengan santan yang membuat teksturnya terasa lebih lembut.

Badan Bahasa mencatat gulai tepek ikan sebagai salah satu masakan khas Jambi. Hidangan ini juga dikenal memiliki hubungan dengan jamuan atau acara penting dalam masyarakat setempat. 

2. Nasi Minyak

Nasi minyak menjadi pilihan menarik bagi pencinta hidangan nasi beraroma rempah. Sajian ini memiliki karakter berbeda dari nasi putih biasa karena dimasak menggunakan rempah aromatik dan minyak samin.

Aroma kayu manis, kapulaga, dan cengkih membuat nasi terasa harum sejak pertama kali disajikan. Nasi minyak umumnya disantap bersama lauk berbumbu kuat, seperti daging masak hitam atau gulai.

Dalam tradisi kuliner Jambi, nasi minyak juga mempunyai posisi penting dalam berbagai perayaan dan jamuan. Keberadaannya menunjukkan adanya pengaruh kuliner Melayu dan tradisi masakan berbumbu dari jalur perdagangan masa lalu. 

3. Daging Masak Hitam

Daging masak hitam memiliki tampilan yang sekilas mengingatkan pada semur, tetapi karakter rasanya lebih kaya rempah. Potongan daging dimasak secara perlahan sampai bumbu meresap dan warna masakan berubah menjadi gelap.

Rasa manis dan gurih menjadi karakter utama, sementara aroma rempah memberikan lapisan rasa yang lebih kompleks. Proses memasak yang cukup lama juga membuat tekstur daging menjadi lebih empuk.

Hidangan ini cocok dipadukan dengan nasi minyak. Perpaduan nasi beraroma rempah dan daging berbumbu pekat menciptakan kombinasi yang menjadi salah satu gambaran menarik tentang kuliner tradisional Jambi. 

4. Kerutu Daging

Kerutu daging dapat menjadi pilihan bagi pencinta olahan daging dengan rasa gurih dan bumbu yang kuat. Hidangan ini memiliki kemiripan dengan rendang dari segi proses pemasakan yang relatif lama, tetapi racikan dan karakter akhirnya berbeda.

Salah satu unsur yang memberikan ciri khas adalah penggunaan kelapa sangrai dalam bumbu. Kelapa tersebut membantu menghasilkan rasa gurih sekaligus aroma yang lebih kaya.

Ketika dimasak perlahan, bumbu dapat meresap ke dalam daging. Hasil akhirnya berupa hidangan yang cocok disantap bersama nasi hangat, terutama bagi pencinta masakan dengan cita rasa pekat.

5. Mie Celor Jambi

Mie celor Jambi menawarkan sensasi yang berbeda dari sajian mi pada umumnya. Mi berukuran cukup besar disajikan dengan kuah yang gurih dan kental, kemudian dilengkapi bahan pendamping seperti telur, tauge, dan bawang goreng.

Kuahnya menjadi bagian paling menonjol karena memberikan sensasi creamy sekaligus gurih. Penggunaan kaldu berbahan hasil laut dan santan membuat rasanya lebih kaya.

Hidangan ini cocok disantap saat sarapan ataupun sebagai makanan pengganjal perut pada siang hari.

6. Pempek Jambi

Pempek memang sangat erat dengan Palembang, tetapi Jambi juga memiliki tradisi pengolahan pempek tersendiri. Penggunaan ikan air tawar membuat karakter rasanya dapat berbeda dari pempek yang lebih umum ditemukan di daerah tetangga.

Sajian ini biasanya dilengkapi kuah cuko sebagai penyeimbang. Perpaduan rasa gurih dari adonan ikan dengan rasa asam, manis, dan pedas dari kuah memberikan pengalaman yang tetap familiar sekaligus memiliki karakter lokal.

7. Rambutan Goreng

Rambutan goreng menjadi salah satu makanan yang paling menarik dari segi keunikan. Buah rambutan diolah melalui proses tertentu hingga lebih awet, kemudian dapat digoreng sehingga menghasilkan tekstur yang berbeda dari buah segar.

Cita rasanya cenderung manis dengan sensasi renyah pada bagian luar. Portal kuliner Pemerintah Provinsi Jambi menyebut rambutan goreng sebagai salah satu makanan khas daerah dan mencatat daya simpannya yang relatif panjang tanpa tambahan bahan pengawet. 

Karena bentuknya tidak biasa, rambutan goreng juga menarik dijadikan buah tangan.

8. Kue Padamaran

Kue padamaran merupakan kue tradisional dengan warna hijau yang berasal dari bahan alami seperti suji atau pandan. Teksturnya lembut dan cenderung menyerupai bubur lembut, dengan rasa gurih dari santan serta manis dari gula merah.

Keunikan lainnya terdapat pada wadah penyajian. Kue padamaran secara tradisional dibuat menggunakan daun pisang yang dibentuk seperti takir. Proses pengukusan membuat aromanya semakin khas. 

Kue ini juga memiliki nilai historis. Sumber Pemerintah Provinsi Jambi mencatat bahwa pada masa lalu padamaran pernah disajikan dalam acara penting seperti pernikahan dan syukuran. 

9. Kue Gandus

Kue gandus cocok bagi pencinta kudapan gurih. Berbahan dasar tepung beras dan santan, kue ini memiliki tekstur lembut dan sedikit kenyal.

Bagian atasnya biasanya diberi taburan seperti ebi, cabai, dan bawang goreng. Kombinasi tersebut membuat kue gandus berbeda dari kebanyakan kue tradisional yang cenderung manis.

Kue gandus dapat disantap sebagai kudapan ringan maupun bagian dari sajian tradisional. Rasanya yang gurih menjadikannya pilihan menarik untuk menemani minuman hangat.

10. Otak-Otak Jambi

Otak-otak Jambi memanfaatkan ikan sebagai bahan utama. Daging ikan yang sudah dihaluskan dan dibumbui kemudian dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dipanggang.

Aroma daun pisang yang terkena panas menjadi salah satu daya tarik utama. Bagian dalamnya tetap lembut, sedangkan bagian luar mendapatkan aroma panggangan yang khas.

Sajian ini dapat dinikmati bersama saus pendamping, sehingga rasa gurih ikan menjadi semakin kuat.

11. Bolu Kojo

Bolu kojo menjadi salah satu kudapan manis yang mudah dikenali melalui warna hijaunya. Warna tersebut berasal dari penggunaan pandan atau daun suji, sementara santan memberikan rasa gurih yang cukup kuat.

Teksturnya lebih padat dibandingkan bolu modern yang sangat ringan, tetapi tetap lembut ketika disantap. Potongan bolu kojo cocok menjadi teman minum teh atau kopi pada sore hari.

Selain sebagai kudapan, bolu kojo juga sering dipilih sebagai buah tangan karena bentuknya praktis untuk dibawa.

12. Gulai Terjun

Selain gulai tepek ikan, terdapat gulai terjun yang juga tercatat dalam daftar masakan khas Jambi. Hidangan ini menggunakan daging seperti sapi, kerbau, atau kambing yang dimasak bersama kuah berbumbu. 

Ciri menariknya adalah kuah yang tidak terlalu pekat, tetapi tetap memiliki aroma rempah yang kuat. Dalam beberapa versi, bahan pelengkap seperti umbut kelapa turut digunakan sehingga memberikan tekstur dan rasa yang berbeda.

Gulai terjun cocok disajikan bersama nasi hangat dan lauk pendamping sederhana.

Mengapa Kuliner Jambi Menarik untuk Dijelajahi?

Dari berbagai hidangan tersebut terlihat bahwa makanan tradisional Jambi tidak bergantung pada satu jenis rasa. Ada hidangan berkuah gurih seperti gulai tepek ikan, sajian berbumbu pekat seperti daging masak hitam, makanan berbasis nasi seperti nasi minyak, hingga kue lembut seperti padamaran.

Kekayaan tersebut juga memperlihatkan pemanfaatan bahan lokal. Sungai Batanghari dan jaringan perairan di Jambi berperan dalam ketersediaan ikan air tawar yang kemudian masuk ke berbagai masakan. Tempoyak sendiri sering dipadukan dengan ikan patin dalam tradisi kuliner Jambi. 

Di sisi lain, penggunaan santan, daun pisang, pandan, suji, kelapa, dan rempah memperlihatkan bagaimana bahan sederhana dapat menghasilkan hidangan dengan karakter kuat. Teknik fermentasi juga menjadi salah satu pengetahuan kuliner yang diwariskan lintas generasi.

Hal tersebut membuat kuliner Jambi menarik bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari sisi budaya. Setiap hidangan dapat menjadi pintu masuk untuk memahami cara masyarakat memanfaatkan hasil alam, mempertahankan tradisi, serta menyesuaikan makanan dengan berbagai kegiatan sosial.

Tips Menikmati Kuliner Tradisional Jambi

Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, jelajah kuliner sebaiknya tidak hanya berfokus pada restoran. 

Pasar tradisional, warung lokal, sentra makanan, dan penjual kue tradisional dapat menjadi tempat untuk menemukan sajian yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.

Hidangan seperti padamaran biasanya lebih mudah ditemukan pada waktu tertentu, termasuk selama Ramadan. Sementara itu, sajian seperti gulai tepek ikan dan nasi minyak dapat berkaitan dengan acara keluarga maupun perayaan tertentu. 

Pilihan makanan juga dapat disesuaikan dengan selera. Pencinta rasa gurih dapat mencoba gulai tepek ikan, mie celor, atau kue gandus. Bagi yang menyukai hidangan manis, bolu kojo dan padamaran bisa menjadi pilihan. 

Sementara itu, penggemar makanan berbumbu kuat dapat mencoba daging masak hitam dan kerutu daging.

Pada akhirnya, menjelajahi makanan khas Jambi berarti mengenal lebih dekat perpaduan budaya Melayu, hasil alam, dan keterampilan memasak yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Kuliner khas Jambi selain tempoyak menawarkan banyak rasa yang layak dicicipi.

 

Reporter: Redaksi
Back to top