Perahu Nelayan Karam di Sungai Batanghari Tebo, 1 Pemancing Meninggal dan 2 Masih Hilang

Penulis: Hamzah Effendi  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:27:31 WIB
Perahu nelayan karam di Sungai Batanghari, Tebo, mengakibatkan satu pemancing meninggal dunia dan dua orang masih dalam pencarian.

TEBO — Peristiwa nahas itu bermula ketika tiga warga berangkat memancing menggunakan perahu. Di tengah sungai, perahu yang ditumpangi mereka tiba-tiba karam dan tenggelam. Warga yang melihat kejadian langsung berupaya menolong secara manual.

Dari upaya awal tersebut, satu korban berhasil dievakuasi namun sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dua korban lainnya, Rendra (16) dan Ariel Saputra (21), belum ditemukan hingga berita ini diturunkan.

Korban Selamat dan Kronologi Kejadian

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi, Adah Sudarsa, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan perahu yang ditumpangi para korban mendadak karam saat berada di tengah sungai.

"Sesampainya di tengah sungai, perahu yang ditumpangi para korban mendadak karam dan tenggelam," kata Adah, Sabtu (15/8/2026).

Upaya Pencarian Korban Hilang di Sungai Batanghari

Mendapat laporan tersebut, sebanyak 7 personel Pos SAR Bungo langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Estimasi waktu tempuh dari Pos SAR Bungo sekitar 2 jam 21 menit.

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari personel Pos SAR Bungo, TNI, Polri, BPBD Tebo, serta dibantu warga setempat. Sejumlah peralatan keselamatan dan armada pendukung telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

Adapun peralatan yang diterjunkan antara lain 1 unit rescue car, perahu karet (landing craft rubber/LCR), peralatan water rescue, peralatan selam, peralatan medis, evakuasi, dan komunikasi.

Koordinasi Tim SAR Gabungan untuk Mempercepat Pencarian

"Tim SAR Gabungan terus berkoordinasi untuk memaksimalkan langkah-langkah pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan," pungkas Adah.

Hingga saat ini, proses pencarian dua pemancing yang hilang masih terus dilakukan. Kondisi arus Sungai Batanghari menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi upaya pencarian korban.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top