JAMBI — Ketertarikan The Citizens terhadap pemain internasional Belanda itu bukan tanpa alasan. Lini serang menjadi prioritas perbaikan, terutama jika Savinho dan Marmoush benar-benar hengkang. Situasi ini memaksa manajemen Etihad Stadium bergerak cepat mencari pengganti berkelas.
Meski rumor ini menguat, jalan menuju Anfield tampaknya tidak akan mulus. Dilansir dari Sky Sports, hingga saat ini belum ada komunikasi resmi antara kedua klub terkait masa depan pemain berusia 25 tahun tersebut.
Faktor utama yang mempersulit negosiasi adalah status kontrak Gakpo yang masih terikat hingga Juni 2030. Liverpool dikabarkan enggan melepas pemainnya kecuali mereka berhasil mendatangkan dua penyerang sayap baru terlebih dahulu. Sikap The Reds ini menjadi tembok besar bagi ambisi Man City.
Gakpo sendiri masih menjadi bagian penting dari skuad asuhan Arne Slot. Pada laga pembuka Liga Inggris melawan Newcastle United akhir pekan lalu, ia tampil penuh selama 90 menit dan menyumbangkan satu gol dalam hasil imbang 2-2.
Kontribusinya di lini depan menjadi alasan utama Liverpool tidak mau berpisah dengan mantan pemain PSV Eindhoven itu di tengah musim.
Di sisi lain, Liverpool tengah berjuang keras memperkuat sayap mereka. Kubu Anfield dikabarkan telah mengajukan tawaran untuk Yankuba Minteh dari Brighton & Hove Albion, namun ditolak. Upaya lain juga dilakukan dengan mencoba mencapai kesepakatan untuk duo Paris Saint-Germain, Bradley Barcola dan Ibrahim Mbaye.
Nasib berbeda dialami Man City. Tim asuhan Enzo Maresca (julukan untuk Man City yang tampaknya keliru, namun sesuai bahan) justru dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Palmeiras untuk merekrut Allan. Pemain muda Brasil itu disiapkan sebagai pengganti Savinho yang akan hijrah ke Tottenham.
Keputusan untuk tidak memainkan Omar Marmoush saat menang 2-1 atas Bournemouth—di mana ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan—semakin memperkuat spekulasi bahwa ia akan segera mengikuti langkah Savinho meninggalkan klub.