Pencarian

Rupiah Terperosok ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Dipicu Konflik Timur Tengah

Senin, 01 Juni 2026 • 10:27:01 WIB
Rupiah Terperosok ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Dipicu Konflik Timur Tengah
Rupiah melemah ke Rp17.844 per dolar AS di tengah ketegangan Timur Tengah.

JAMBI — Tekanan terhadap rupiah tidak berdiri sendiri. Hampir seluruh mata uang kawasan Asia kompak melemah pada awal perdagangan hari ini. Won Korea Selatan menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,71 persen, disusul peso Filipina minus 0,18 persen, dan baht Thailand minus 0,17 persen.

Dolar Singapura dan yuan China masing-masing melemah 0,11 persen dan 0,02 persen. Pelemahan juga melanda mata uang utama negara maju, di mana franc Swiss turun 0,27 persen dan euro Eropa minus 0,12 persen.

Dua Sumber Tekanan: Perang Dagang AS-Iran dan Data Domestik

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah saat ini berada dalam fase konsolidasi. Ada dua faktor utama yang menjadi perhatian investor. Pertama, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang masih belum jelas arahnya. Kedua, investor bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia besok, Selasa (2/6).

"Investor masih wait and see perkembangan kesepakatan AS-Iran yang masih limbung. Selain itu investor juga mengantisipasi data penting domestik besok yaitu inflasi dan perdagangan," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Ia menambahkan, harga minyak yang sudah menurun bisa menjadi faktor positif bagi rupiah ke depannya. Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS.

BI: Ada Kebutuhan Valas Musiman, Intervensi Terus Dilakukan

Bank Indonesia (BI) mencatat tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, ada peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman di dalam negeri.

Kebutuhan valas tersebut antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen perusahaan. Di sisi lain, pasokan dolar AS yang masuk masih terbatas, sehingga menambah tekanan pada nilai tukar.

"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah," kata Ramdan dalam pernyataan resmi pada Jumat (29/5) lalu.

Untuk menjaga stabilitas, BI memastikan tetap hadir di pasar melalui berbagai instrumen intervensi. "Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," tegas Ramdan.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Usaha?

Pelemahan rupiah di atas Rp17.800 per dolar AS kembali menguji daya beli masyarakat dan margin perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar. Bagi investor, volatilitas kurs ini menjadi sinyal untuk lebih selektif dalam menempatkan aset, terutama di instrumen yang sensitif terhadap pergerakan nilai tukar.

Pasar kini menanti data inflasi dan neraca perdagangan besok sebagai indikator apakah tekanan terhadap rupiah akan berlanjut atau mulai mereda.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks