KOTA JAMBI — Sebanyak 355 siswa dari tiga jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Hidayah Jambi resmi dinyatakan lulus. Kelulusan ini dirayakan dalam satu acara khataman Al-Qur'an dan tasyakuran yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani.
Kegiatan berlangsung di EV Garden, Kota Jambi, pada Selasa (9/6/2026). Selain Wagub, hadir pula Ketua Umum dan pengurus yayasan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Ariansyah, para kepala madrasah, dewan guru, orang tua wali murid, serta ratusan siswa.
Wagub Sani: Pendidikan Madrasah Jadi Pilar SDM Unggul
Dalam sambutannya, Abdullah Sani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendidik dan membimbing para siswa hingga menyelesaikan pendidikan sesuai jenjangnya. Ia menilai peran yayasan dan tenaga pendidik sangat strategis dalam membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus Yayasan Nurul Hidayah, kepala madrasah, para guru, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mendidik dan membimbing anak-anak hingga berhasil menyelesaikan pendidikan sesuai jenjangnya," ujar Abdullah Sani.
Wagub Sani berharap proses pendidikan yang telah dijalani mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan Tahun 2029.
"Semoga upaya yang telah dilakukan selama ini dapat melahirkan generasi yang Qurani, berakhlak mulia, dan mampu menjadi penerus bangsa yang membawa kemajuan bagi daerah maupun negara," katanya.
Kepala MI: Lulusan Madrasah Adalah Aset Dunia dan Akhirat
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah, Nikmatus Saidah, menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di madrasah. Ia menegaskan bahwa para lulusan tidak hanya dibekali ilmu akademik, tetapi juga pendidikan agama secara intensif.
"Anak-anak ini adalah aset dunia dan akhirat. Di madrasah mereka telah diajarkan salat, mengaji, dan berbagai nilai keislaman yang menjadi bekal penting dalam kehidupan," ujar Nikmatus.
Ia mengimbau para orang tua agar tetap mendampingi anak-anaknya setelah lulus. Menurutnya, rutinitas ibadah dan belajar di rumah harus terus dijaga agar nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di madrasah tidak terputus.
"Kami berharap para orang tua terus mendampingi anak-anak dalam beribadah dan belajar di rumah, sehingga apa yang telah diajarkan di madrasah tidak terputus dan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berintelektual," pungkasnya.
Ratusan siswa yang dinyatakan lulus tahun ini terdiri dari 161 siswa RA, 147 siswa MI, dan 47 siswa MTs. Acara tasyakuran ini sekaligus menjadi momen silaturahmi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dalam menyatukan visi pendidikan karakter berbasis keagamaan di Jambi.