JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait memulai kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan menggelar apel siaga darurat karhutla di Makorem 042/Garuda Putih, Rabu. Dalam apel yang dipimpin Gubernur Jambi Al Haris itu, dilakukan pemeriksaan peralatan pemadaman dan kendaraan operasional yang akan diterjunkan ke lapangan.
Empat Kabupaten Jadi Prioritas Penempatan Pos
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin yang juga menjabat Ketua Harian Satgas Karhutla Jambi mengatakan, 82 pos tersebut akan ditempatkan di titik-titik yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Empat kabupaten yang menjadi prioritas adalah Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.
“Pos-pos ini bukan hanya untuk pemadaman. Fungsi utamanya pencegahan. Personel akan rutin patroli, sosialisasi ke masyarakat, dan memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan,” kata Nyamin.
Ratusan Personel dan Peralatan Disiagakan
Setelah apel, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta instansi terkait langsung disebar ke wilayah rawan. Setiap pos dilengkapi peralatan dasar seperti pompa punggung, selang, mesin pompa air, serta kendaraan roda dua dan empat untuk mobilitas cepat.
“Keberadaan pos di lapangan menjadi kunci utama memotong rantai penyebaran api. Dengan pos yang aktif, jarak tempuh ke lokasi kebakaran menjadi lebih singkat sehingga pemadaman bisa dilakukan sebelum api meluas,” ujar Nyamin.
Status Siaga Darurat Karhutla Telah Ditetapkan
Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla. Penetapan ini didasarkan pada prediksi BMKG yang menyebut puncak musim kemarau di Jambi akan berlangsung pada Juni hingga September 2026. Data satgas mencatat, sepanjang 2025 luas lahan yang terbakar mencapai 1.247 hektare.
Gubernur Jambi Al Haris yang juga Ketua Satgas Karhutla Jambi turun langsung memeriksa kesiapan alat dan personel dalam apel tersebut. Ia bersama Danrem dan Kapolda Jambi meninjau peralatan pemadaman serta kendaraan operasional yang akan digunakan di lapangan.
Dengan diaktifkannya 82 pos dan penempatan personel di berbagai lokasi rawan, pemerintah berharap upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Provinsi Jambi dapat berjalan lebih cepat dan efektif selama musim kemarau mendatang.