Pencarian

IHSG Tertekan Konflik Timur Tengah, Sentimen Pasar Modal Global Masih Tinggi

Kamis, 11 Juni 2026 • 14:55:31 WIB
IHSG Tertekan Konflik Timur Tengah, Sentimen Pasar Modal Global Masih Tinggi
IHSG dibuka turun tipis di tengah sentimen negatif dari konflik Timur Tengah.

JAKARTA — IHSG dibuka turun 3,11 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.899,27. Sementara itu, Indeks LQ45 justru mencatatkan kenaikan tipis 0,83 poin ke level 590,31, menunjukkan pergerakan masih terbatas di tengah ketidakpastian.

Konflik Iran-AS Kembali Memanas

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai sentimen pasar masih didominasi perkembangan di Timur Tengah. Ia merujuk pada pengumuman CENTCOM soal gelombang baru serangan terhadap Iran atas instruksi Presiden AS Donald Trump.

Trump kembali memperingatkan Iran akan "membayar harga" jika terus menunda kesepakatan damai. Iran di sisi lain menegaskan akan membalas setiap ancaman maupun serangan yang diterimanya.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Pasokan Minyak

Konflik yang memasuki bulan keempat ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia masih menjadi titik utama risiko energi global.

Trump mengklaim AS telah menjalankan misi rahasia membantu lebih dari 200 kapal komersial melewati Selat Hormuz dan mengalirkan lebih dari 100 juta barel minyak ke pasar global. Klaim ini dibantah Menteri Energi AS Chris Wright yang mengaku tidak mengetahui operasi tersebut.

Bank Sentral Global Diprediksi Tahan Suku Bunga

Pasar mulai mencermati kenaikan harga energi akibat perang Iran yang berpotensi memaksa The Fed, ECB, dan Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter lebih ketat lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Menurut CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga 25 bps hingga akhir tahun meningkat ke sekitar 43 persen.

Yield US Treasury 10Y naik ke 4,55 persen, sementara yield 30Y kembali menembus 5 persen. Sementara itu, Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuannya.

Survei BI: Konsumen Optimis ke Depan, Hati-hati dengan Kondisi Kini

Dari dalam negeri, Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian tetap kuat pada Mei 2026. Indeks Keyakinan Konsumen bertahan di level tinggi 120,9, didukung ekspektasi ekonomi ke depan yang solid dengan IEK 129,7.

Namun, persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini mulai melemah. Indeks Kondisi Ekonomi turun ke 112,2 pada Mei 2026 dari sebelumnya 116,5 pada April 2025, mengindikasikan konsumen masih optimistis terhadap masa depan namun mulai lebih berhati-hati terhadap kondisi saat ini.

Posisi Investasi Indonesia Membaik

Posisi Investasi Internasional Indonesia membaik pada kuartal I 2026. Kewajiban neto turun signifikan menjadi 227,6 miliar dolar AS dari sebelumnya 273,4 miliar dolar AS pada kuartal IV 2025.

Perbaikan ini menurunkan rasio kewajiban neto PII terhadap PDB menjadi 15,5 persen dari 18,9 persen. Investasi langsung tetap mencatat surplus dan struktur kewajiban luar negeri tetap sehat karena 92,5 persen didominasi instrumen jangka panjang.

Pasar Global Variatif, Bursa Asia Kompak Melemah

Pada perdagangan Rabu (10/6/2026), bursa saham Eropa variatif. Euro Stoxx 50 melemah 0,62 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,27 persen, DAX Jerman melemah 0,97 persen, dan CAC 40 Prancis melemah 0,51 persen.

Bursa AS Wall Street kompak melemah. Dow Jones turun 1,87 persen, S&P 500 turun 1,62 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,98 persen. Bursa Asia pagi ini juga kompak melemah, dengan Nikkei turun 0,86 persen, Shanghai turun 0,64 persen, Hang Seng turun 1,12 persen, dan Strait Times turun 0,19 persen.

Pelaku pasar kini akan mencermati data retail sales April 2026 untuk menentukan apakah daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, masih bisa diandalkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks