JAMBI — Tren positif harga TBS sawit di Jambi berlanjut pada pekan kedua Juni 2026. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga periode 12-18 Juni 2026 untuk tanaman berumur 10-20 tahun mencapai Rp3.706,67 per kilogram, naik tipis dari pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp3.600-an.
Harga Berdasarkan Umur Tanaman
Kenaikan ini juga terjadi merata untuk seluruh kelompok umur tanaman. Berikut rincian harga TBS sawit di Jambi untuk periode tersebut:
- Umur 3 tahun: Rp3.111,67 per kg
- Umur 4 tahun: Rp3.221,67 per kg
- Umur 5 tahun: Rp3.331,67 per kg
- Umur 6 tahun: Rp3.441,67 per kg
- Umur 7 tahun: Rp3.551,67 per kg
- Umur 8 tahun: Rp3.606,67 per kg
- Umur 9 tahun: Rp3.661,67 per kg
- Umur 10-20 tahun: Rp3.706,67 per kg
- Umur 21-25 tahun: Rp3.551,67 per kg
Indeks K dan Harga CPO Jadi Acuan
Kenaikan harga TBS ini tak lepas dari pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global. Dalam penetapan kali ini, harga CPO yang menjadi acuan berada di level Rp12.726,68 per kilogram, sementara harga inti sawit (kernel) sebesar Rp9.521,29 per kg. Indeks K yang digunakan dalam formula penetapan harga TBS periode ini tercatat sebesar 90,86 persen.
Angka indeks ini mencerminkan bagian yang diterima pekebun dari hasil pengolahan TBS menjadi CPO dan kernel. Semakin tinggi indeks K, semakin besar pula porsi harga yang diterima petani.
Dampak ke Kantong Petani Swadaya
Kenaikan bertahap dalam beberapa pekan terakhir menjadi angin segar bagi petani sawit swadaya di Jambi, terutama di sentra produksi seperti Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat. Meski kenaikannya tipis, tren ini membantu petani menutup biaya produksi yang sempat membebani saat harga anjlok beberapa bulan lalu.
Pemerintah provinsi sendiri terus mendorong petani untuk menjual TBS ke pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah bermitra resmi. Hal ini penting agar harga yang diterima sesuai dengan formula yang ditetapkan dan tidak dipotong oleh tengkulak.