JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Jumat dengan lonjakan signifikan, mengikuti pergerakan positif bursa saham global. Sentimen utama penguatan ini adalah sinyal akan segera terwujudnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinyatakan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump mengklaim pembahasan dan poin-poin final kesepakatan telah disetujui seluruh pihak terkait, dengan penandatanganan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Ia juga menyatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah kesepakatan ditandatangani, dan blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan dicabut.
Analis Ingatkan Risiko Akhir Pekan di Tengah Optimisme Damai
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta mengingatkan para investor dan trader untuk belum dulu mengambil posisi beli lebih banyak. Hal ini untuk mengantisipasi gejolak sosial maupun faktor global-domestik lainnya selama akhir pekan.
“Kiwoom Research perlu ingatkan para investor/trader untuk belum dulu mengambil posisi beli lebih banyak, untuk antisipasi gejolak social unrest/ factor global-domestic lainnya during weekend,” ujar Liza.
Menurutnya, perhatian investor global dalam jangka pendek juga tersedot ke sejumlah event besar seperti IPO SpaceX senilai 75 miliar dolar AS, serta dimulainya FIFA World Cup di AS yang berpotensi mengalihkan sebagian fokus dan likuiditas pasar global ke aset-aset berprofil tinggi.
Harga Minyak Anjlok, Bursa Global Kompak Menguat
Sinyal damai AS-Iran langsung mendorong harga minyak mentah global turun tajam. Minyak jenis Brent anjlok 4,5 persen ke 88,91 dolar AS per barel, sementara WTI turun 4,2 persen ke 86,26 dolar AS per barel.
Di kawasan Eropa, bursa saham kompak menguat setelah European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 2,25 persen. ECB me