MERANGIN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi bersama Bank Jambi menggelar program edukasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin. Kegiatan bertajuk "Lentera Inklusi di Balik Rimba: Membangun Kemandirian Finansial Suku Anak Dalam" ini menyasar warga pedalaman yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan formal.
Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional
Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menyebut bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 65,43 persen.
"Masih terdapat kesenjangan sebesar 14,02 persen antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia," ujar Yan Iswara Rosya dalam sambutannya. OJK, kata dia, memprioritaskan program edukasi bagi kelompok masyarakat yang indeksnya lebih rendah dari rata-rata nasional, termasuk warga pedesaan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Materi Edukasi: dari Menabung hingga Waspada Penipuan
Direktur Treasury, Dana, IT, dan Digital Bank Jambi Achmad Nunung HS menyampaikan bahwa Bank Jambi mendukung penuh program literasi keuangan hingga ke pelosok. Melalui kegiatan ini, masyarakat SAD diperkenalkan pada produk dan layanan keuangan formal, manfaat menabung, serta cara mengelola keuangan secara mandiri.
Peserta juga mendapat informasi terkait kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan dan kejahatan keuangan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Merangin H. Abdul Khafidh, jajaran OPD setempat, serta Ketua Tumenggung.
Kolaborasi Berkelanjutan untuk Warga Pedalaman
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama OJK, Bank Jambi, dan Pemerintah Daerah untuk mendorong pemerataan akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Yan Iswara menekankan bahwa edukasi keuangan penting untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.
"Dengan pemahaman keuangan yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengelola pendapatan dengan lebih efektif, serta melindungi diri dari berbagai risiko keuangan," jelasnya. Bank Jambi berharap masyarakat SAD di Merangin semakin berdaya secara ekonomi dan memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan formal secara berkelanjutan.