JAMBI — Laporan riset Bank of America yang dirilis pekan ini menjadi angin segar di tengah tren bearish saham TSLA. Harga saham produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat itu sempat jeblok ke titik terendah USD 348 dari level tertinggi USD 451 dalam enam bulan terakhir. Kini, setelah berhasil merangkak naik kembali ke atas USD 400, Bank of America memberikan sinyal beli dengan target harga baru di USD 460.
FSD Lebih Murah dari Kompetitor Jadi Modal Perang Harga
Alasan utama di balik target optimistis ini bukan cuma penjualan mobil, melainkan keunggulan teknologi otonom. Menurut analis Bank of America, sistem full-self-driving (FSD) milik Tesla memiliki efisiensi biaya yang jauh lebih baik dibandingkan sistem serupa dari produsen lain. Keunggulan struktural ini memberi Tesla ruang gerak untuk perang harga tanpa mengorbankan margin.
Dengan biaya produksi FSD yang lebih rendah, Tesla bisa menawarkan fitur tersebut sebagai standar atau opsi dengan harga lebih agresif. Hal ini dinilai mampu mendorong adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat loyalitas ekosistem pengguna. Faktor inilah yang diyakini dapat mendorong pertumbuhan nilai saham TSLA dalam jangka menengah hingga panjang.
Optimus: Robot Rumah Tangga yang Bisa Ubah DNA Perusahaan
Katalis jangka panjang yang disorot dalam laporan tersebut adalah pengembangan robot humanoid Optimus. Awalnya dirancang untuk kebutuhan komersial, visi Tesla ke depan adalah menghadirkan robot ini untuk penggunaan domestik. Jika terealisasi, Optimus bisa merevolusi aktivitas rumah tangga mulai dari pekerjaan rumah ringan hingga tugas-tugas berat.
Integrasi kecerdasan buatan dalam produk-produk Tesla diyakini akan mengubah persepsi pasar terhadap perusahaan. Bank of America menekankan bahwa potensi pertumbuhan Tesla tidak hanya terbatas pada jangka pendek, namun sangat menjanjikan untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Produk-produk baru seperti Optimus untuk kebutuhan rumah tangga diyakini mampu membuka pasar baru yang sangat luas,” tulis laporan tersebut. Transformasi ini berpotensi mengubah wajah Tesla dari sekadar produsen mobil listrik menjadi pemimpin inovasi teknologi global.
Strategi Entry: Beli Saat Harga di Bawah USD 400
Bank of America menyarankan investor untuk mempertimbangkan membeli saham Tesla ketika harga turun di bawah USD 400. Momentum pemulihan yang terjadi di kuartal kedua membuka peluang bagi trader untuk meraih gain lebih besar jika tren positif ini berlanjut. Dengan target harga USD 460, potensi keuntungan mencapai USD 56 per lembar saham dari level pembukaan terbaru.
Para analis percaya bahwa dengan mempertahankan posisi di saham TSLA dalam portofolio, investor dapat menikmati pertumbuhan nilai investasi yang signifikan seiring dengan perkembangan teknologi perusahaan. Perubahan besar di sektor manufaktur dan rumah tangga melalui produk-produk Tesla akan menjadi katalis utama pertumbuhan harga saham dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.