Pencarian

Menko Airlangga Pastikan Stimulus Ekonomi Semester II 2026 Tidak Ganggu Defisit APBN, Anggaran Rp 26,34 Triliun Disiapkan

Selasa, 23 Juni 2026 • 16:25:01 WIB
Menko Airlangga Pastikan Stimulus Ekonomi Semester II 2026 Tidak Ganggu Defisit APBN, Anggaran Rp 26,34 Triliun Disiapkan
Menko Airlangga Hartarto memastikan stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp 26,34 triliun tidak memperlebar defisit APBN.

JAKARTA — Pemerintah memastikan paket stimulus ekonomi semester II-2026 yang mencapai Rp 26,34 triliun tidak akan memperlebar defisit APBN. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan postur fiskal tetap terjaga meski ada tambahan belanja negara.

"(Defisit fiskal) aman," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6).

Anggaran Rp 26,34 Triliun: Bantuan Pangan Mendominasi

Stimulus ekonomi semester II ini disusun dalam tiga komponen utama. Alokasi terbesar adalah bantuan pangan senilai Rp 18,04 triliun. Sisanya, Rp 6,26 triliun dialokasikan untuk program magang dan vokasi, serta Rp 2,04 triliun untuk insentif sektor transportasi.

Airlangga menegaskan belum ada perubahan atau penyesuaian terhadap postur fiskal 2026 setelah stimulus ini diluncurkan. Pemerintah tetap berpegang pada target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp 689,1 triliun.

Defisit APBN per Mei 2026 Tercatat 0,70 Persen dari PDB

Realisasi APBN hingga Mei 2026 menunjukkan defisit sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70 persen dari PDB. Di sisi pendapatan, negara telah menghimpun Rp 1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN senilai Rp 3.153,6 triliun. Realisasi ini tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara dari sisi belanja, realisasi per Mei 2026 mencapai Rp 1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target Rp 3.842,7 triliun. Angka ini tumbuh 34,4 persen (yoy).

Kenaikan Harga Minyak dan Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Defisit

Meski optimistis, pemerintah tetap mewaspadai risiko eksternal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan defisit bisa melebar ke kisaran 2,90 persen dari PDB seiring kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa meskipun stimulus semester II tidak secara langsung mengubah target defisit, tekanan dari faktor global tetap menjadi variabel yang harus diantisipasi dalam pengelolaan fiskal ke depan.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks