JAMBI — Warga Senjulung dan sekitarnya di Batam belakangan ini kerap mengalami listrik padam tiba-tiba pada malam hari. PLN Batam mengidentifikasi sumber masalahnya: Trafo Portal Senjulung 2 yang hanya berkapasitas 400 kVA kini harus menanggung beban hingga 110 persen dari kapasitasnya.
"Pada saat beban meningkat, pengaman trafo atau MCCB bekerja otomatis untuk melindungi peralatan kelistrikan dari potensi kerusakan," ujar Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam Yoga Perdana Sulastama, Senin (6/7/2026).
Akibatnya, aliran listrik di sebagian wilayah Senjulung terhenti hampir setiap hari, umumnya mulai pukul 18.30 WIB hingga tengah malam. Waktu tersebut bertepatan dengan jam beban puncak ketika konsumsi listrik rumah tangga melonjak bersamaan.
Gardu Baru Dibangun di Lahan Warga, Biaya Ditanggung PLN
PLN Batam memutuskan membangun gardu distribusi baru sebagai solusi permanen. Gardu ini akan membagi beban trafo yang sudah jebol kapasitasnya. Persiapan lahan sudah dimulai sejak 24 Juni 2026 dengan mengirimkan surat ke perangkat RT dan RW setempat.
Setelah bermusyawarah, warga Senjulung menyetujui lokasi yang diusulkan. Pekerjaan fisik pun dimulai Minggu (5/7/2026) malam, dengan penggalian lubang untuk tiang beton. Seluruh biaya konstruksi ditanggung sepenuhnya oleh PLN Batam.
"Penempatan gardu baru memerlukan dukungan semua pihak agar solusi teknis ini segera terealisasi dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan warga," kata Yoga.
Tim Siaga 24 Jam Selama Konstruksi
Selama gardu baru dibangun, PLN Batam menempatkan tim pelayanan teknik khusus di Gardu Portal Senjulung 2. Tim ini bersiaga mempercepat pemulihan jika sistem pengaman trafo kembali aktif akibat lonjakan beban.
PLN Batam juga mengintensifkan komunikasi dengan warga. Perusahaan menggelar pertemuan dan menyampaikan imbauan melalui RT, RW, serta tokoh masyarakat agar pelanggan mengurangi pemakaian listrik pada jam beban puncak. Langkah ini diharapkan menekan risiko gangguan hingga gardu baru beroperasi.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat kondisi ini. Kami memohon dukungan masyarakat untuk sementara mengatur pemakaian listrik, khususnya pada saat beban puncak, hingga gardu baru selesai dibangun dan beroperasi," ujar Yoga.
Target Rampung Pekan Ini
PLN Batam menargetkan pembangunan gardu baru selesai dalam tiga hingga empat hari, bergantung pada kondisi lapangan dan aspek keselamatan kerja. Jika sesuai jadwal, warga Senjulung dan Punggur bisa menikmati pasokan listrik yang lebih stabil mulai akhir pekan ini.
Perusahaan berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan secara terbuka hingga pasokan listrik di kawasan tersebut kembali andal.