JAMBI — Kebakaran yang melanda kawasan pegunungan tersebut mulai terdeteksi pada Selasa siang. Tim gabungan dari Dinas Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat langsung dikerahkan untuk menjinakkan api yang membesar dengan cepat.
Medan yang sulit di kawasan dataran tinggi menjadi kendala utama. Petugas kesulitan menemukan sumber air untuk memadamkan titik-titik api yang terus bermunculan.
Vegetasi Kering dan Angin Mempercepat Perambatan Api
Musim kemarau panjang membuat vegetasi di Gunung Nona sangat rentan terbakar. Rumput kering dan ranting pohon yang mengering menjadi bahan bakar sempurna bagi kobaran api.
Tiupan angin di ketinggian turut memperparah situasi. Api dengan cepat menjalar ke sejumlah titik di area hutan lindung dan lahan milik warga yang berada di sekitar objek wisata alam tersebut.
Upaya Pemadaman Terkendala Akses Air
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas harus berjuang melawan medan terjal sambil mencari sumber air yang lokasinya jauh dari titik api.
Keterbatasan pasokan air membuat tim gabungan harus bekerja ekstra untuk mencegah api meluas ke area yang lebih luas. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini. Kerugian materiil akibat hangusnya kawasan hutan dan lahan warga masih dalam pendataan petugas setempat.