LONDON — Arsenal akhirnya memastikan satu tempat di partai final Liga Champions musim 2025-2026. Kepastian ini didapat setelah tim asal London Utara tersebut menyudahi perlawanan sengit Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0 pada leg kedua semifinal di hadapan pendukung sendiri.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Mikel Arteta dan anak asuhnya. Ini merupakan kali pertama Arsenal menembus final Liga Champions sejak tahun 2006 silam. Kala itu, mereka harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan Barcelona setelah kalah tipis 1-2 di Paris.
Gol tunggal yang membawa Arsenal ke final dicetak oleh bintang muda mereka, Bukayo Saka. Memasuki menit ke-44, Saka berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Leandro Trossard yang sebelumnya bekerja sama dengan Viktor Gyokeres. Gol tersebut langsung memecah kebuntuan setelah kedua tim bermain terbuka sejak awal laga.
Sebelum gol tercipta, Atletico Madrid sebenarnya sempat memberikan ancaman serius pada menit ke-8 melalui skema serangan balik. Julian Alvarez mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan dari Giuliano Simeone, namun tendangan mendatarnya masih melenceng tipis di sisi gawang David Raya.
Arsenal juga sempat melancarkan protes keras kepada wasit pada menit ke-34. Leandro Trossard terjatuh di kotak terlarang setelah terlibat kontak fisik dengan Antoine Griezmann, tetapi wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan tanpa memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Diego Simeone merombak strategi dengan memasukkan Alexander Sorloth dan beberapa pemain bertipe menyerang lainnya. Atletico tampil lebih agresif dan terus menekan lini pertahanan Arsenal guna mengejar ketertinggalan agregat.
Kiper Arsenal, David Raya, tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang. Ia berulang kali mematahkan peluang matang dari lini depan Los Rojiblancos. Salah satu momen krusial terjadi saat lini pertahanan Arsenal berhasil memblok upaya beruntun dari Sorloth di menit-menit akhir pertandingan.
Arsenal sendiri bukan tanpa peluang di babak kedua. Viktor Gyokeres hampir saja menggandakan keunggulan pada menit ke-65 melalui tendangan keras yang melambung tipis di atas mistar Jan Oblak. Masuknya Martin Odegaard dan Mikel Merino di pertengahan babak kedua berhasil menjaga stabilitas lini tengah tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor impresif Arsenal di Liga Champions musim ini. Tim Meriam London tercatat belum terkalahkan dengan torehan 10 kemenangan dan tiga hasil imbang. Konsistensi ini menjadi modal kuat bagi mereka menghadapi laga final mendatang.
Pada partai puncak nanti, Arsenal akan menantang pemenang dari laga semifinal lainnya yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Muenchen. Laga final ini diprediksi akan menjadi pembuktian kematangan skuad muda Arteta di level tertinggi sepak bola dunia.
Susunan Pemain: